Semarak Peringatan Hari Santri Nasional di Stasiun Gubeng Lama

oleh -17 views
Manager Humas Daop 8 Surabaya, Suprapto, saat bagi-bagi souvenir pada penumpang KA di Stasiun Surabaya Gubeng Lama, Selasa (22/10/2019)

SURABAYA, beritalima.com | Turut memeriahkan Hari Santri Nasional 2019, PT KAI Daop 8 Surabaya menggelar aneka hiburan ke para penumpang KA dan masyarakat di sekitar Stasiun Surabaya Gubeng Lama, Selasa (22/10/2019).

Aneka hiburan itu berupa gelaran musik qasidah rabana di lobby Stasiun Surabaya Gubeng Lama, yang disertai dengan pembagian 750 souvenir menarik kepada para penumpang KA Lokal.

Souvenir menarik itu berupa tasbih dari yang berbentuk konvensional hingga digital, Al-Qur’an, Buku Juz Amma, Buku Iqro, sajadah, bendera merah putih, dan bunga.


Di samping itu menghadirkan manusia robot dengan aksesoris nuansa santri, yang tentu juga mengundang perhatian calon penumpang KA.

Dan yang menggembirakan lagi, “Bagi penumpang KA cilik yang bisa menghafal 5 surat pendek dalam Al-Qur’an akan kita berikan doorprize menarik seperti tasbih digital, buju Iqro dan sajadah,” kata Suprapto, Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, di sela acara.

Diharapkan dengan rangkaian kegiatan ini bisa mengingatkan kepada masyarakat akan pentingnya peranan santri dalam perjuangan kemerdekaan Bangsa Indonesia, hingga mengisinya dengan berbagai upaya pembangunan di berbagai bidang, mulai bidang ekonomi, sosial hingga pendidikan.

Disebutkan, Hari Santri Nasional tanggal 22 Oktober kali ini bertemakan “Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia”. Penetapan Hari Santri Nasional ini dimaksudkan untuk meneladankan semangat jihad para santri tentang keindonesiaan yang digelorakan para ulama.

Penetapan tanggal 22 Oktober merujuk pada satu peristiwa bersejarah, yakni seruan yang dibacakan oleh Pahlawan Nasional KH Hasjim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Seruan itu perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara Sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca Proklamasi Kemerdekaan.

Disebutkan pula, aspek lain yang melatarbelakangi penetapan Hari Santri Nasional ini adalah pengakuan resmi pemerintah Republik Indonesia atas peran besar umat Islam dalam berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan serta menjaga NKRI. (Ganefo)