Terdakwa Meninggal Dunia, Kasus Perusakan Pagar Rumah Mantan Bos Niac Mitra Dinyatakan Gugur

oleh -562 views

SURABAYA – Pandi (59), terdakwa perusakan pagar di rumah The Wenas Panwel di jalan Tambak Dalam, meninggal dunia pada saat kasusnya akan disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

“Karena terdakwanya meninggal, majelis akan membuat penetapan perkara gugur,” kata ketua majelis hakim F.X Hanung Dwi Wibowo kepada JPU Ugik Ramantyo dan penasehat hukum terdakwa diruang sidang Sari 1 PN Surabaya, Kamis (13/2/2020).

Usai persidangan, JPU Ugik Ramantyo menjelaskan, hari ini sejatinya Ia akan membacakan surat dakwaan perkara ini.


“Semestinya dibacakan hari Kamis lalu, tapi ditunda karena terdakwa sakit. Tapi ketika hari ini mau dibacakan terdakwa meninggal dunia rabu sore kemarin,” terang Ugik.

Ditambahkan Ugik, terdakwa meninggal lantaran sakit diare. Dia sempat dirawat di klinik Rutan Medaeng kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya.

“Saat di rutan dia sakit diarea, lalu dirawat di klinik rutan dan oleh dokter rutan dirujuk ke rumah sakit dr Soetomo dan meninggalnya iya di rumah sakit,” tambahnya.

Sementara, O’od Chrisworo penasehat hukum terdakwa mengatakan, jika dirinya sempat akan mengajukan penangguhan penahanan.

“Kita mau ajukan minggu lalu karena sakitnya memang sudah parah. Apalagi terdakwa ini habis operasi. Statusnya adalah tahanan pengadilan, waktu di polisi nggak ditahan, dia ditahan waktu perkaranya dilimpahkan ke kejaksaan hingga ke pengadilan,” katanya.

Saat ditanya mengapa meminta dakwaan dan BAP ke majelis hakim, O’od Chrisworo mengaku karena selama ini belum mengetahui klienya disangkakan melanggar apa.

“Kita tadi minta ke majelis hakim karena dakwaan belum diberikan, istri terdakwa tentunya bertanya suaminya ini salah apa,” tukasnya.

Dari data yang diperoleh melalui sistim informasi penelusuran perkara (SIPP) PN Surabaya, terdakwa Pandi sedianya akan disidangkan karena melakukan perusakan pagar pembatas lahan milik The Wenas Panwel mantan Bos Niac Mitra di Tambak Dalam Baru pada bulan Maret 2017 silam.

Perusakan pagar yang terbuat dari bambu itu dilakukan terdakwa Pandi bersama Kaslan (DPO) dan selanjutnya terdakwa memerintahkan saksi Suliman untuk membakar pagar bambu tersebut bersama sampah lainnya yang diangkut oleh saksi Sulaiman.

Atas kasus ini, Terdakwa Pandi disangkakan melanggar Pasal 406 ayat (1) KUHP, Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 dan Pasal 170 ayat (1) KUHP. (Han)