Agar Jadi Negara Kuat, Pemimpin Harus Kembali ke Cita-cita I

  • Whatsapp

JAKARTA, beritalima.com– Agar Indonesia menjadi negara kuat, seluruh pemimpin termasuk anak bangsa harus kembali ke cita-cita Indonesia merdeka yang sudah disepakati para pendiri bangsa Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan saat menyampaikan sambutan saat menghadiri Silaturahmi Syawal 1439 H yang digelar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di kawasan Simprug, Jakarta Selatan, Kamis (12/7) malam.

Dikatakan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional itu, cita-cita pendiri bangsa merdeka agar kawasan nusantara ini bersatu. Dengan bersatu, bangsa Indonesia bisa berdaulat. Dalam kedaulatan itulah keadilan bisa tercipta

Dengan kedaulatan, kata wakil rakyat dari Provinsi Lampung tersebut, bangsa Indonesia setara dengan bangsa-bangsa lainnya di dunia. “Dengan demikian, keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia otomatis akan tercipta,” kata laki-laki yang akrab disapa Zulhas ini.

Untuk melaksanakan apa yang diinginkan tersebut, ungkap anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II ini, ada empat hal yang harus dijadikan landasan operasional dalam berbangsa dan bernegara. “Bila empat hal itu dilakukan maka Indonesia aman.”

Dikatakan, para pendiri bangsa Indonesia bersumpah untuk melindungi seluruh tumpah darahnya. Itu artinya, para pemimpin bangsa ini harus berpihak kepada rakyat Indonesia, bukan kepada rakyat bangsa lain. Karena itu, kedaulatan tidak bisa ditawar-tawar.

Selain bersumpah melindungi tumpah darah, pemimpin bangsa ini juga harus mencerdaskan kehidupan bangsa dan bernegara. Karena itu, tidak boleh ada anak Indonesia yang tidak sekolah. Jadi, sekolah menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan siapapun yang dipercaya memimpin bangsa Indonesia. Bila, bangsa Indonesia cerdas, mereka tidak akan kalah dari bangsa lain.

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan pemerintah adalah mensejahterakan masyarakat. Jadi, tidak boleh ada ada ketimpangan ekonomi yang terjadi seperti saat ini dimana dua orang kaya kekayaannya setara dengan puluhan juta rakyat miskin.

Sedangkan yang terakhir adalah ikut menjaga ketertiban dunia. Karena itu, tidak boleh ada penjajahan di atas bumi ini. “Bangsa Indonesia mendukung perjuangan Palestina bukan karena agama, melainkan sesuai perintah UUD 1945 tidak boleh ada penjajahan di atas bumi ini. Palestina sampai saat ini masih dijajah Israel,” kata dia.

Demikian pula halnya dengan dukungan yang diberikan bangsa dan pemerintah Indonesia kepada Rohingya di Myanmar. “Bangsa dan pemerintah Indonesia mendukung suku Rohingya di Myanmar bukan karena mereka mayoritas Islam, tetapi karena kekejaman tentara negeri itu terhadap rakyatnya. Bila kita melaksanakan keempat landasan operasional tadi, Indonesia akan maju dan jaya.”

Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan mengajak kepada LDII untuk ikut menjaga persatuan di tahun politik agar bisa aman. “Pilihan boleh beda asal kita tetap saudara,” harap Zulkifli Hasan. (akhir)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × three =