Bamsoet Minta Anggota MIKTA Tingkatkan Kerjasma Bidang Marit

oleh -121 views

JAKARTA, Beritalima.com– Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo meminta parlemen yang tergabung dalam MIKTA yakni Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia untuk mendorong pemerintah masing-masing meningkatkan kerjasama di bidang maritim.

Kerjasama maritim antarnegara yang tergabung MIKTA akan meningkatkan potensi pengembangan laut untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan kesejahteraan negara-negara anggotanya.

“Banyak sektor kemaritiman yang bisa dikerjasamakan. Diantaranya, ekonomi, keamanan, memerangi penangkapan ikan ilegal, keselamatan, kolaborasi ilmu kelautan dan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan,” ujar Bamsoet pada sesi keempat forum konsultatif MIKTA dengan tema ‘Maritim Coorporation for Sustainable Growth and Prosperity’di Istana Tampak Siring, Minggu (16/9).


Politisi senior Partai Golkar itu mengatakan, kerjasama maritim berkelanjutan sesungguhnya juga merupakan bagian dari upaya menjaga perdamaian dunia. Terlebih lima negara MIKTA berbatasan dengan laut, sehingga pemberdayaan maritim sangat relevan dengan keamanan dan kemakmuran di setiap negara.

“Upaya untuk menyeimbangkan aktivitas ekonomi dan lingkungan ekosistem laut telah menjadi tantangan kita. Laut memiliki potensi yang luar biasa untuk pengembangan kesejahteraan dunia. Laut berfungsi tidak hanya sebagai jalur perdagangan dan transportasi dunia saja, tetapi juga salah satu faktor penentu keamanan negara,” tegas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mengatakan,kerjasama di bidang maritim untuk peningkatan perekonomian bagi Indonesia sangatlah penting. Sebab, dua pertiga wilayah Indonesia berupa lautan, dan Indonesia terletak di jalur strategis perdagangan dunia.

“Kami selalu berupaya agar kawasan perairan yang penting bagi perdagangan internasional di wilayah Indonesia selalu aman bagi pelayaran internasional. Dengan memanfaatkan keuntungan geografis tersebut, saat ini Indonesia memiliki kebijakan Poros Maritim Dunia,” urai Bamsoet.

Dambahkan, Indonesia sebagai ‘Poros Maritim Dunia’ berupaya mewujudkan manfaat ekonomi sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Sektor kelautan telah berkontribusi 20 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyediakan peluang lapangan kerja yang luas di seluruh Indonesia.

“Sektor kelautan dan perikanan menjadi unggulan melalui pembangunan ekonomi berbasis kemaritiman. Upaya menjaga kelestarian laut dan sumber daya pesisir untuk kepentingan ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan, menjadi komitmen Indonesia,” ujar Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN ini memaparkan, dalam World Ocean Summit (WOS) di Bali tahun lalu, Indonesia mengusulkan akuntabilitas dari berbagai negara memberantas illegal fishing. Upaya itu sangat terkait dengan pertumbuhan industri perikanan dan keberlanjutan dari sumber daya ikan yang ada.

“Namun, Indonesia tidak dapat melakukan hal tersebut sendiri. Kita memerlukan penegakan hukum yang tegas, komitmen dan dukungan bersama semua pihak, termasuk negara-negara yang tergabung dalam MIKTA,” tutur Bamsoet.

Bamoset mengingatkan laut dunia kian terancam dari berbagai aktivitas negatif manusia. Mulai dari sampah plastik hingga polusi kimia berbahaya. Sehingga, membahayakan ekosistem laut dan keselamatan manusia.

“Menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga serta memelihara ekosistem laut. Kami harapkan negara-negara MIKTA untuk memberikan komitmennya terhadap perlindungan laut,” pungkas Bamsoet.

MIKTA merupakan forum kemitraan antara Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia. MIKTA dibentuk pada tahun 2013, bertujuan untuk mendukung pemerintah global yang efektif. Saat ini Indonesia menjadi ketua MIKTA.

Dalam pertemuan ini dari Indonesia hadir Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, Ketua BKSAP DPR Nurhayati Ali Assegaf, anggota Fraksi Partai Golkar DPR Fadel Muhammad, anggota Fraksi PPP DPR Hazrul Azwar, serta Dirjen Kerjasama Multilateral Kemenlu RI Febrian Ruddyard.

Dari Korea Selatan hadir Ketua Parlemen Korea Selatan Moon Her Sang, anggota parlemen Korea Selatan Lee Soo Hyuck dan Ji Sang Wuk. Australia diwakili Wakil Presiden Senat Australia Sue Lines dan dari Meksiko hadir Dubes Meksiko untuk Indonesia Armando Gonzalo Alvarez. (akhir)