Jakarta, beritalima.com| – Wakil Ketua DPD RI Bidang Otonomi Daerah, Politik, dan Hukum, GKR Hemas, menerima penghargaan Leading Women Awards 2026 dari CNN Indonesia untuk kategori Outstanding Leader in Public Advocacy and Representation. Penghargaan ini diberikan atas konsistensinya jembatani isu publik, khususnya penguatan peran daerah, pemberdayaan perempuan, dan pelestarian nilai budaya (6/5).
Meski demikian, di balik apresiasi tersebut, efektivitas advokasi di tingkat kebijakan tetap menjadi sorotan, terkait relasi pusat-daerah yang masih kerap timpang. Hemas menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya, sekaligus menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan bagian dari perjuangan kolektif.
“Saya sangat berterima kasih kepada CNN Indonesia dan para juri yang telah memberikan apresiasi ini. Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi untuk semua perempuan Indonesia yang berjuang menyuarakan keadilan dan kesetaraan di daerah masing-masing,” ujarnya.
Sebagai senator dari Daerah Istimewa Yogyakarta, ia menekankan pentingnya advokasi berbasis pada realitas masyarakat, bukan sekadar pendekatan elitis. “Saya percaya advokasi sejati lahir dari mendengarkan langsung keluhan warga, bukan dari ruang-ruang rapat yang tertutup. Karena itu, saya akan terus mendorong agar suara daerah tidak pernah tenggelam dalam arus kebijakan yang sentralistis,” terangnya.
Pernyataan ini menggarisbawahi problem klasik dalam tata kelola pemerintahan, yakni jarak antara pembuat kebijakan dan kebutuhan riil masyarakat di daerah. Dalam praktiknya, desentralisasi yang diharapkan memperkuat daerah kerap masih dibayangi dominasi kebijakan pusat.
“Ketika seorang perempuan berani bersuara untuk kepentingan publik, dia sebenarnya sedang membuka pintu bagi seratus perempuan lainnya untuk melakukan hal yang sama. Penghargaan ini adalah pengingat bahwa pekerjaan kita masih sangat panjang,” ujarnya.
Namun demikian, tantangan struktural masih membayangi keterlibatan perempuan dalam politik, mulai dari budaya patriarki hingga keterbatasan akses dalam sistem politik yang kompetitif.
Acara penghargaan yang digelar di Jakarta itu turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan publik figur. Di tengah seremoni tersebut, substansi advokasi yang diangkat tetap menuntut keberlanjutan dalam bentuk kebijakan konkret.
Jurnalis: rendy/abri





