GMNI Tuding Segitiga Emas Ada Unsur Kesengajaan

  • Whatsapp

JAILOLO, beritalima.com – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Halbar menuding program kerjasama Segitiga Emas antara Pemkab Halbar, Pemkot Kota Ternate serta Pemkot Tidore adanya unsur kesengajaan para elite politik, karena tidak keterbukaan maksud dan tujuan program tersebut. Hal itu dikecam Ketua GMNI Halbar M. Idhar ketika menyampaikan Orasinya dalam kegiatan Refleksi Hari Tani untuk memperingati Hari Tani Indonesia, di Taman Pahlawan Desa Gufasa, Kecamatan Jailolo, Selasa (27/9) kemarin malam.

Dikatakan Idhar, pihaknya mengapresiasikan Pemerintahan Bupati Halbar Danny Missy dan Wakil Bupati Halbar Ahmad Zakir Mando atas upaya kerja sama segi tiga emas yang menghasilkan Panen Raya Sayur Kol di Desa Togoreba Tua, Kecamatan Tabaru beberapa waktu lalu. Namun, sesuai hasil penelitian pihaknya selaku GMNI Halbar menilai kerja sama Segi Tiga Mas tersebut, ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh para elit di tiga Pemerintahan yaitu Pemkab Halbar, Tikep dan Ternate.

“Wacana kerja sama segi tiga emas ini kami anggap tidak Konfrentif atau tidak jelas arah kerjasama yang di bangun atau diwacanakan oleh ketiga Pemerintahan tersebut. sebab, Kerja sama itu tidak melalui soisalisasi atau pelatihan khusus pemerintah terhadap masyarakat Tani. Dengan begitu, GMNI menganggap kerja sama tersebut, hanyalah permainan elit – elit Politik guna mencari perhatian publik,”cetusnya.

Sementara Selaku Ketua KNPI Halbar Udin Bakar menambahkan, soal Petani mempunyai hak untuk mendapat pelajaran dan pelatihan yang baik. banyak anggaran yang dikucurkan terhadap para petani, namun yang diketahuinya sudah 15 Tahun belakangan ini petani di Halbar sangatlah tidak maju dan yang terjadi hanyalah gagal panen.

Lanjut Udin, adapun yang dicanangkan oleh Segi Tiga Mas yang telah melakukan Panen Raya Sayur Kol di Desa Togoreba Tua, namun semua itu hanyalah sebuah keunggulan koperatif.

“Perlu diketahui bahwa kami hidup dari lumbung padi. Maka dari itu, para petani perlu mendapat perhatian beruba bantuan dan pembelajaran serta pelatihan khusus sehingga para tani lebih menjadi pekerja tani yang profesional dan dapat bersaing dengan daerah-daerah lain,”ucapnya.

Dikatakannya, begitu besarnya anggaran negara untuk para petani namun didalam 15 Tahun terakhir ini, baru dilaksanakan Panen Raya Sayur Kol di Desa Togoreba Tua. Olehnya itu, apabila birokrasi ini tidak memiliki landasn moral yang baik, maka persoalan pertanian di Halbar hanya terjdi Gagal Panen.

“Saya berharap Bupati Halbar ¬†agar Kepala Dinas Pertanian harus segera di ganti. Sebab, selama 15 Tahun terakhir ini baru pertama kali dilaksanakan Panen Raya Sayur Kol, saya juga meminta agar Pemkab Halbar harus memfokuskan salah satu Bidang untuk menjadi ciri khas daerah. Pariwisata Halbar telah tertinggal jauh dari Ternate dan Morotai sehingga di minta agar Pemerintah Fokus ke Suatu Bidang yaitu Bidang Pertanian dan yang terpenting, Pemerintah harus mampu menarik investasi masuk ke Halbar agar dapat menumbuhkembangkan Pertanian di Halbar,”pungkasnya.

Hal ini dilakukan karena merupakan bentuk ketidakpuasan atas kinerja Pemerintah Halbar dalam menjalankan programnya yang dianggap tidak koperatif dan tidak bersinergis. (ssd)

 

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *