BANYUWANGI,Beritalima.com – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan terus digencarkan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh. Politisi Fraksi PKB yang akrab disapa Nduk Nik itu kembali turun langsung menyapa warga dalam kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) bersama masyarakat di Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jumat (09/05/2026).
Kegiatan yang menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tersebut dihadiri sekitar 250 peserta dari empat kecamatan, yakni Cluring, Srono, Muncar, dan Tegaldlimo. Tak hanya masyarakat umum, para pelaku UMKM juga tampak antusias mengikuti penyuluhan tentang keamanan, mutu, gizi, manfaat, label, hingga iklan pangan, termasuk edukasi percepatan penurunan stunting.
Dalam pemaparannya, Nduk Nik menegaskan pentingnya masyarakat memahami produk pangan yang dikonsumsi sehari-hari. Menurutnya, masih banyak warga yang membeli makanan tanpa memperhatikan detail kemasan maupun legalitas produk.
“Kita akan mengedukasi kepada masyarakat tentang bahaya pangan. Bagaimana kita harus melihat kemasan seperti apa, labelnya seperti apa, lalu kadaluarsa seperti apa, izin edarnya seperti apa. Itu penting untuk diinformasikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Ia menilai edukasi semacam ini perlu terus dilakukan agar masyarakat semakin cerdas dan teliti saat memilih produk makanan, sehingga dapat terhindar dari pangan berbahaya yang berpotensi mengganggu kesehatan.


Selain membahas keamanan pangan, Nduk Nik juga menyoroti persoalan stunting yang hingga kini masih menjadi perhatian pemerintah. Namun demikian, ia menyebut upaya penanganan stunting mulai menunjukkan hasil positif dengan adanya penurunan angka anak kurang gizi secara nasional.
“Stunting nasional, di tingkat nasional data jumlah anak kurang gizi ada penurunan, dan ini terus kita upayakan dengan banyak program. Tidak hanya dengan BPOM, tetapi juga program MBG atau makan bergizi gratis dan program-program lainnya,” katanya.
Menurutnya, percepatan penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat hingga masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Nduk Nik juga menegaskan komitmennya dalam mendampingi pelaku UMKM agar mampu berkembang secara legal dan berdaya saing. Salah satunya dengan membantu proses perizinan produk pangan rumah tangga (PIRT) melalui dinas kesehatan.
“Kita selalu memberi pendampingan terhadap UMKM, salah satunya membantu mereka mendapatkan perizinan agar mereka melakukan usaha dengan izin yang jelas,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung interaktif. Sejumlah peserta terlihat aktif bertanya terkait keamanan pangan hingga proses perizinan usaha. Melalui kegiatan itu, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya konsumsi pangan sehat sekaligus mampu mendorong tumbuhnya UMKM yang aman, legal, dan berkualitas di Banyuwangi.(Rony//B5)




