BANYUWANGI, beritalima.com – Upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan terus digencarkan. Hal ini terlihat dalam kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) yang digelar Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, di Kabupaten Banyuwangi, Senin (4/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti berbagai elemen, mulai dari unsur pemerintah, instansi kehutanan, hingga kelompok masyarakat penerima manfaat seperti program Kebun Bibit Rakyat (KBR), bantuan bibit produktif, serta Bank Pesona. Hadir pula Kepala BPDAS Brantas Sampean Muchtar Efendi, narasumber Nia Very Oktora, perwakilan Cabang Dinas Kehutanan Banyuwangi Muhammad Mahmud, serta sejumlah kelompok tani.
Dalam sambutannya, Sonny menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar forum formal, melainkan ruang sinergi antara pembuat kebijakan dan masyarakat di tingkat akar rumput.
“Forum ini harus menjadi ruang bertemunya seluruh stakeholder agar komitmen terhadap kelestarian lingkungan tetap terjaga,” ungkapnya.
Politisi PDI Perjuangan tersebut juga menekankan pentingnya keberlanjutan program, khususnya dalam membangun kesadaran masyarakat agar mampu menjaga hutan secara mandiri. Ia menilai program yang dijalankan harus memberi manfaat jangka panjang, bukan hanya sebatas penyaluran bantuan.
Selain isu lingkungan, Sonny turut menyoroti ketimpangan fasilitas di wilayah pinggiran hutan, terutama akses listrik yang masih belum merata.
“Masih terdapat daerah yang belum mendapatkan aliran listrik, dan ini menjadi perhatian yang terus kami dorong penyelesaiannya bersama berbagai pihak,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala BPDAS Brantas Sampean, Muchtar Efendi, menyampaikan bahwa rehabilitasi hutan dan lahan memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, sehingga upaya rehabilitasi hutan bisa berjalan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pemaparan materi teknis oleh narasumber, mencakup penguatan kelembagaan, pengelolaan lahan, serta optimalisasi program berbasis masyarakat.
Materi yang disampaikan mendapat respons positif dari peserta. Nur Ali, salah satu anggota kelompok tani, mengaku kegiatan ini menjadi suntikan motivasi bagi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus merawat lingkungan dan lebih giat bertanam serta bertanggung jawab menjaga lingkungan kami sendiri,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat semakin solid dalam menjaga kelestarian hutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup petani serta masyarakat Banyuwangi. (*/By)








