LaNyalla: Impor Bukan Solusi Atasi Tingginya Harga Jagung

  • Whatsapp

JAKARTA, Beritalima.com– Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, impor tidak bisa dijadikan solusi atas masalah tingginya harga jagung seperti yang diminta para peternak ayam petelur di Jawa Timur.

 

Menurut senator dari Dapil Provinsi Jawa Timur itu, ada opsi lain yang bisa diambil Pemerintah agar menguntungkan kedua pihak, yakni petani dan peternak ayam petelur.

“Impor menurut saya kurang bijak karena justru mengganggu serapan jagung produksi lokal. Selain itu juga dapat melukai rasa keadilan para petani jagung di negeri ini,” kata LaNyalla, Minggu (19/9).

Untuk memenuhi kebutuhan jagung buat peternak ayam petelur, LaNyalla menyarankan dengan memenejemen lebih baik produksi dalam negeri dan menguatkan pasokan melalui regulasi Perda.

Hal itu akan membuat petani jagung terlindungi dari permainan harga di pasaran yang banyak dikuasai tengkulak.

Kuncinya, Pemerintah harus hadir agar logistik dan suplay chain dari daerah penghasil ke daerah penyerap berlangsung normal.
“Kebutuhan suatu daerah dipasok daerah lain agar terjadi sirkulasi
perdagangan yang dinamis. Pemerintah hanya perlu melakukan stabilisasi harga melalui regulasi agar menekan kesenjangan harga dan tidak dimainkan pasar.”

 

Selain itu pemerintah perlu mengantisipasi penimbunan jagung di tangan kartel. Ini menurut LaNyalla perlu diselesaikan oleh Pemerintah.

“Impor jagung justru akan bisa mengendurkan semangat petani jagung dalam
menanam jagung kembali,” ucap dia.

 

Menurut LaNyalla, selama ini baik petani maupun peternak lebih sering menjadi ‘obyek penderita’. Karena itu dia meminta pemerintah memiliki keberpihakan nyata pada peternak dan petani.

 

“Kita minta Pemerintah memberikan solusi yang tepat untuk kedua pihak sehingga kepentingan petani dan peternak berjalan beriringan. Petani terlindungi dengan menjamin harga tidak merugikan dan ketersediaan jagung bagi peternak juga terjaga.”

Isu harga jagung viral setelah insiden Suroto membentangkan poster terkait mahalnya jagung ke arah Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Kota Blitar pekan lalu.

Setelah itu Suroto dan perwakilan peternak ayam petelur diundang ke Istana Kepresidenan. Jokowi menyatakan akan mengirimkan jagung 30.000 ton ke sentra-sentra peternak ayam dengan harga Rp 4.500 per kilogram. (akhir)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait