BONDOWOSO, beritalima.com – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya untuk berdiri bersama petani tembakau serta melindungi komoditas unggulan daerah di tengah tekanan regulasi nasional yang dinilai berpotensi merugikan sektor pertembakauan.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, dalam sambutannya pada forum sarasehan yang digelar DPC APTI Bondowoso, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai ruang dialog penting bagi masa depan pertembakauan nasional.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bondowoso, kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPC APTI Bondowoso yang telah menginisiasi forum ini. Ini menjadi ruang strategis untuk menjaga keberlanjutan sektor tembakau,” ujarnya.
Ia menegaskan, bagi Bondowoso, tembakau bukan sekadar komoditas, melainkan urat nadi ekonomi sekaligus warisan budaya yang menghidupi ribuan keluarga petani. Pada tahun 2024, luas tanam tembakau di Bondowoso mencapai 8.424,40 hektare dengan sekitar 5.000 petani menggantungkan hidup pada sektor ini.
Selain itu, Bondowoso juga dikenal memiliki varietas unggul lokal, yakni Maesan I dan Maesan II, yang menjadi andalan industri tembakau nasional.
Namun demikian, Bupati mengakui sektor ini tengah menghadapi tantangan serius, mulai dari faktor cuaca hingga tekanan regulasi, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 yang dinilai berpotensi mengancam eksistensi varietas lokal serta ekonomi kerakyatan.
Dalam forum tersebut, Bupati menegaskan Pemerintah Kabupaten Bondowoso berdiri bersama petani tembakau. Ia menyatakan dukungan terhadap penolakan kebijakan standarisasi kadar nikotin dan tar yang dinilai merugikan varietas lokal.
“Kami akan terus memperjuangkan perlindungan khusus bagi tembakau lokal agar tetap menjadi kekuatan ekonomi daerah,” tegasnya.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan pangan serta paket alat pertanian berupa cangkul, sabit, dan caping kepada 100 buruh tani dan 100 buruh wanita tani guna meningkatkan produktivitas.
Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, APTI, akademisi hingga pelaku usaha, untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengawal musim tanam tahun ini.
Ia berharap, musim tanam 2026 mampu mendorong pemulihan ekonomi petani serta mewujudkan Bondowoso yang sejahtera dan berkah. (*/Rois)






