Jakarta, beritalima.com|- Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan pemerintah agar tidak terlambat membaca ancaman perlambatan ekonomi global berpotensi menghantam perekonomian nasional serta segera menyiapkan mitigasi.
Di tengah ketidakpastian dunia, mulai dari tensi geopolitik, pelemahan ekonomi global, hingga tekanan fiskal di berbagai negara, DPR meminta langkah antisipasi dilakukan sejak dini agar Indonesia tidak ikut terseret dalam krisis berkepanjangan.
“Ya tentu saja kita akan meminta kepada pemerintah dan stakeholder yang ada untuk mengantisipasi hal tersebut,” kata Puan usai agenda Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta (12/5).
Pernyataan itu muncul di tengah kekhawatiran meningkatnya tekanan ekonomi global seperti pelemahan daya tahan ekonomi domestik. Meski pemerintah berulang kali menyatakan ekonomi Indonesia masih relatif kuat, DPR melihat ancaman eksternal tidak bisa dianggap remeh.
Menurut Puan, langkah antisipatif tidak cukup dilakukan secara jangka pendek. Pemerintah diminta mulai menyusun kebijakan fiskal yang adaptif dan realistis untuk menghadapi kemungkinan tekanan ekonomi hingga 2027 mendatang.
DPR, katanya, dalam masa sidang berikutnya akan mulai membahas Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) sebagai landasan penyusunan APBN Tahun Anggaran 2027. Pembahasan tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk menguji kesiapan negara menghadapi gejolak ekonomi global yang semakin sulit diprediksi.
Politikus PDI Perjuangan itu menyinggung pentingnya koordinasi pemerintah dengan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Menurutnya, kebijakan fiskal dan moneter tidak bisa berjalan sendiri-sendiri ketika tekanan global mulai mengganggu keseimbangan ekonomi dalam negeri.
Ia menilai, situasi yang dihadapi saat ini bukan sekadar persoalan nasional, melainkan bagian dari dampak sistemik ekonomi dunia. Karena itu, pemerintah diminta tidak hanya fokus menjaga angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan sektor riil, terutama UMKM dan masyarakat kecil, tidak menjadi korban pertama dari guncangan global.
“Ini kan juga bukan hanya Indonesia, ini terkait dengan situasi global. Apa yang akan dilakukan oleh pemerintah termasuk dengan BI, situasi ini jangan sampai pengaruhnya nanti akan membuat Indonesia jadi terpuruk. Jadi harus diantisipasi sejak awal, bukan hanya tahun ini, tapi juga sampai tahun 2027,” paparnya.
Jurnalis: rendy/abri








