Putra Kelahiran Sumenep Madura Jadi Unsur Pimpinan KPK

oleh -2.545 views
Dokpri

SURABAYA, beritalima.com- Tak banyak yang tahu, jika salah satu unsur pimpinan KPK periode 2019-2023, Nurul Ghufron (wakil ketua), kelahiran Sumenep, Madura, 22 September 1974.

Mengutip dari laman resmi Universitas Jember (Unej), Jawa Timur, ia merupakan dosen Unej dengan pangkat golongan III d. Saat ini, Nurul menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum Unej.

Nurul juga kerap menulis karya ilmiah dengan tema pidana korupsi. Salah satu tulisannya yang tercantum di Google Schoolar, berjudul `Kedudukan Saksi Dalam Menciptakan Peradilan Pidana Yang Bebas Korupsi`. Nurul terakhir melaporkan LHKPN pada 23 April 2018. Total harta kekayaannya sebesar Rp. 1.832.777.249.


Dalam fit and proper test di DPR, ia sempat ditanya tentang tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dia menilai jika hasil korupsi digunakan membeli barang untuk kepentingan pribadi tidak masuk kategori TPPU.

Sedangkan Irjen Firli Bahuri (ketua), lahir di Lontar, Muara Jaya, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, 8 November 1963

Unsur pimpinan lainnya, Alexander Marwata (wakil ketua), yang juga satu satunya petahana, lahir di Klaten, Jawa Tengah, 26 Februari 1967. Alex pernah menjadi hakim ad hoc Pengadilan Tipikor Jakarta.

Dua lainya yakni Lili Pintauli Siregar, merupakan seorang advokat yang pernah menjadi Komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dua periode mulai dari 2008-2013 dan 2013-2018 dan
Nawawi Pomolango.

Nawawi Pomolango adalah seorang hakim. Dia mengawali kariernya sebagai hakim pada tahun 1992 di PN Soasio Tidore, Kabupaten Halmahera Tengah. Lantas pada 1996, Nawawi dipindah tugaskan sebagai hakim di PN Tondano, Sulawesi Utara. Lima tahun kemudian, dia dimutasi sebagai hakim PN Balikpapan dan pada 2005 dimutasi lagi ke PN Makassar. (Red).