Soal Penghapusan IPA-IPS, Bamsoet : Perlu Kajian Mendalam dengan Melobatkan Tokoh Pendidikan

  • Whatsapp

Jakarta – Ketua MPR Bambang Soesatyo minta pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melakukan kajian mendalam atas rencananya menghapus jurusan IPA dan IPS dan Bahasa di Kurikulum 2022.

”Sebelum diberlakukan perlu ada kajian dan penjelasan soal rencana peniadaan jurusan IPA dan IPS dan Bahasa, ”kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya yang diterima Beritalima. Com d Jakarta, Kamis (23/12/2021).

Menurut Bamsoet Kemendikbudristek sebelum memberlakukan kebijakan peniadaan jurusan pada kurikulum 2022 perlu menjelaskan terlebih dahulu mengenai konsep utuh dan naskah akademinya, serta membahasnya bersama para tokoh dan organisasi-organisasi pendidikan untuk kemudian mendapatkan kritik ataupun masukan terhadap naskah akademik dan konsep dari kurikulum baru itu.

Dia melihat hingga kini, belum adanya kajian akademis dari kebijakan Kemendikbudristek yang meniadakan jurusan dalam kurikulum baru tersebut baik dari dasar filosofis, akademis dan pertimbangan lainnya.

Selaon itu Bamsoet juga meminta Kemendikbudristek untuk juga menjelaskan maksud maupun tujuan yang hendak dicapai dari kurikulum anyar yang dirancang tersebut. Mengingat, kurikulum baru pada 2022 itu disebut bersifat opsional.

Sebaiknya, Kemendikbudristek untuk dapat lebih dahulu mematangkan rancangan kurikulum baru yang dicanangkan, sebelum menyampaikan di ranah publik guna menghindari banyaknya spekulasi negatif dari rencana Kemendibudristek tersebut. (ar)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait