Sultan: Lima Prioritas Jokowi Landasab Kokoh Indonesia Keluar Jebakan Ekonomi

oleh -9 views

JAKARTA, Beritalima.com– Lima prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode kedua merupakan landasan kokoh untuk Indonesia keluar dari jebakan pendapatan ekonomi kelas menengah 2045.

Dan, hal itu, jelas Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Bachtiar Najumudin kepada awak media di Gedung DPD RI Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (21/10), juga sekaligus menyiapkan puncak bonus demografi Indonesia.

Kelima prioritas itu yakni pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), infrastruktur, memperbaiki regulasi sektor penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), penyerderhanaan birokrasi dan mentransfomasi ketergantungan Sumber Daya Alam (SDA) kepada daya saing manufaktur dan jasa modern.


“Ada dua kepentingan Bangsa dan Negara yang secara langsung terkait dengan pidato Pak Jokowi pada pelantikan dan pengambilan sumpah Presiden-Wakil Presiden kemarin yakni keluar dari jebakan ekonomi serta menyiapkan puncak bonus demografi Indonesia,” kata Sultan.

Menurut Senator dari daerah pemilihan Provinsi Bengkulu itu, keseluruhan prioritas pekerjaan Jokowi-Amin itu membutuhkan partisipasi daerah, birokrat, para profesional dan pelaku ekonomi.

“DPD dalam posisi siap bersama DPR dan Pemerintah untuk memproses semua regulasi yang terkait secara langsung dengan kepentingan daerah yang disebut Presiden akan menjadi Omnibus Law atau UU yang sekaligus merevisi puluhan undang-undang,” ujar Sultan.

Selain itu, ungkap Sultan, semua Anggota DPD harus ikut mengawal dan mensosialisasikan kerja besar Pemerintahan Indonesia ke depan kepada seluruh konstituen karena Jokowi ingin Indonesia 2045 menjadi negara maju dengan pendapatan menurut hitung-hitungan Rp320 juta per kapita per tahun atau Rp27 juta per kapita per bulan, yang disebut Jokowi sebagai target bersama semua anak bangsa.

Mantan Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu itu juga merespon positif pernyataan Presiden yang dalam pidatonya mewanti-wanti siapa pun nantinya yang duduk sebagai anggota kabinet agar menjamin tercapainya tujuan program pembangunan.

“Secara mudah dipahami bahwa menteri, para pejabat dan birokrat, agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan. Bagi yang tidak serius, saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan, pasti saya copot,” ujar Sultan.

Pernyataan itu menurut Sultan, adalah satu peringatan bagi siapa juga yang akan masuk dalam kabinet harus bekerja keras dan cerdas karena beban pekerjaan kabinet lima tahun ke depan sangat besar dan terukur.
(akhir)