Ujian di SD Negeri Pohea Sanana: Soal Dikirim lewat HP, Orang Tua Keluhkan Ketimpangan Fasilitas

  • Whatsapp

ILustarasi
KEPULAUAN SULA,beritaLima.com ||Proses pelaksanaan ujian di Sekolah Dasar (SD) Negeri Pohea, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, menjadi sorotan para orang tua dan wali murid. Pasalnya, soal ujian tidak dicetak di atas kertas, juga tidak ditayangkan menggunakan laptop atau proyektor seperti umumnya sekolah lain. Melainkan, soal dikirimkan langsung ke handphone milik masing-masing siswa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Senin (11/5/26), guru mengirimkan materi dan soal ujian melalui pesan ke HP. Selanjutnya anak-anak diminta membaca soal dari layar gawai tersebut untuk mengerjakan tugas ujiannya.

Kebijakan ini menuai banyak keluhan. Orang tua menilai cara ini memberatkan dan tidak adil, mengingat tidak semua siswa memiliki fasilitas yang memadai. Selain itu, untuk anak usia SD, memandang layar dalam waktu lama dikhawatirkan mengganggu kesehatan mata.

Seorang wali murid yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya:

“Anak kami ini masih SD, matanya masih lemah kalau lama-lama lihat layar HP. Kenapa tidak dicetak saja seperti dulu? Kami heran, sekolah tidak pakai kertas print dan juga tidak menggunakan laptop atau proyektor bersama-sama di kelas.”

Ditambah lagi, saat ini anak-anak sedang mengikuti tahapan Ujian Sekolah. Wali murid khawatir metode ini justru mengganggu konsentrasi dan berpengaruh pada hasil belajar anak.

Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah SDN Pohea, Ibu Neti Buamona, memberikan penjelasan singkat saat dikonfirmasi.

“Kami laksanakan ujian sistem online tapi tetap dikerjakan secara manual,” ujar Bu Neti.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sula, Marini Nur Ali, menegaskan bahwa kebijakan ujian berbasis daring sebenarnya hanya ditetapkan terbatas.

“Ada sekolah yang ditunjuk untuk uji coba ujian berbasis online menggunakan smartphone, yaitu hanya dua sekolah: SD Negeri Waiipa 1 dan SDN Ona. Untuk sekolah lainnya seharusnya tetap menggunakan sistem manual dengan kertas soal dan lembar jawaban,” jelasnya.

Masyarakat berharap Dinas Pendidikan segera meninjau kembali pelaksanaan di SDN Pohea, agar standar pendidikan terjaga dan seluruh siswa mendapatkan hak fasilitas yang setara, “ujarnya.

beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait