Jakarta, beritalima.com|- Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar kebangsaan tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menuai perhatian dari Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian yang juga anggota MPR.
Ia menyampaikan keprihatinan atas munculnya dugaan ketidakadilan dari tim juri dalam proses penilaian yang melibatkan pelajar tersebut. Menurut Hetifah, kegiatan pendidikan yang membawa nama nilai-nilai kebangsaan semestinya menjadi ruang kompetisi menjunjung sportifitas, transparansi, dan akuntabilitas.
Adanya polemik justru berpotensi mencederai semangat pelajar yang telah mempersiapkan diri secara serius untuk mengikuti perlombaan.
“Anak-anak sudah mempersiapkan diri dengan sangat serius. Mereka datang membawa semangat belajar dan kompetisi yang sehat. Karena itu, proses lomba juga harus benar-benar memberi rasa keadilan bagi seluruh peserta,” kata Hetifah dalam keterangan tertulis di Jakarta (12/5).
Pernyataan itu muncul di tengah sorotan terhadap LCC Empat Pilar di Kalbar dinilai memunculkan kontroversi dalam aspek teknis dan penilaian. Hetifah menyebut, tingginya antusiasme siswa dalam mengikuti lomba seharusnya dibarengi dengan tata kelola kompetisi yang profesional.
Sebagai anggota MPR RI, ia menilai evaluasi menyeluruh perlu dilakukan, termasuk membuka opsi pertandingan ulang demi menjaga objektivitas hasil perlombaan. Langkah tersebut dianggap penting untuk memulihkan kepercayaan peserta maupun publik terhadap kredibilitas kegiatan yang diselenggarakan lembaga negara.
Hetifah menyampaikan permohonan maaf kepada peserta yang merasa dirugikan, khususnya siswa dari SMAN 1 Pontianak. Ia berharap polemik tersebut tidak mematahkan semangat pelajar mengikuti kegiatan pendidikan dan kebangsaan.
Peristiwa ini menjadi pertanyaan lebih besar mengenai standar kegiatan pendidikan berbasis kompetisi yang digelar institusi negara. Di satu sisi, lomba Empat Pilar dipromosikan sebagai sarana memperkuat pemahaman kebangsaan generasi muda. Namun di sisi lain, kontroversi dalam pelaksanaannya berisiko menggerus kepercayaan peserta terhadap prinsip fairness yang seharusnya dijunjung tinggi.
Hetifah mengingatkan, momentum ini perlu dijadikan bahan evaluasi serius. Ia optimistis MPR RI akan melakukan pembenahan tata kelola kegiatan sehingga LCC Empat Pilar tetap menjadi wadah edukatif kredibel dan membanggakan bagi pelajar di Tanah Air.
Jurnalis: rendy/abri








