Vaksin Campak Diperluas, BPOM: Lonjakan Kasus Alarm Serius

  • Whatsapp
Kepala BPOM Taruna Ikrar:,Vaksin Campak diperluas, diakui lonjakan kasus alarm serius (foto: rendy)

Jakarta, beritalima.com| –  Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyatakan, kebijakan perluasan vaksin campak untuk orang dewasa bukanlah keputusan sembarangan karena ada fakta mengkhawatirkan: lonjakan kasus kejadian luar biasa (KLB) menjadi alarm serius yang bahkan telah merenggut nyawa, termasuk dari kalangan tenaga kesehatan.

Taruna menekankan, BPOM hanya menjalankan mandat berdasarkan regulasi yang ada. “Kami tidak bisa keluar dari undang-undang. BPOM bekerja berdasarkan perintah regulasi,” ujarnya setelah selesai Selesai Rapat RDP dengan Komisi IX  di Senayan, Jakarta (20/4).

Namun, realitas di lapangan memaksa adanya penyesuaian kebijakan. Data yang diungkap BPOM menunjukkan adanya 2.220 kasus terkait kejadian luar biasa dengan lebih dari 60 titik KLB, sebuah angka yang tidak bisa lagi dianggap remeh.

Selama ini, vaksin campak yang tersedia—baik produksi Bio Farma maupun perusahaan global seperti GlaxoSmithKline dan Merck & Co.—difokuskan untuk anak-anak. Namun kini, pola penyebaran berubah. “Virus kemungkinan sudah bermutasi. Sekarang bukan hanya anak-anak, tapi juga menyerang orang dewasa, bahkan tenaga kesehatan,” kata Taruna.

Kelompok berisiko tinggi menjadi perhatian utama dalam kebijakan baru ini. Mereka meliputi tenaga kesehatan, lansia, pelaku perjalanan, hingga individu dengan kondisi imun lemah atau gangguan metabolisme.

Ironisnya, ketika risiko meningkat di kelompok dewasa, ketersediaan vaksin justru sebelumnya terbatas hanya untuk anak-anak. Celah inilah yang kemudian mendorong BPOM melakukan evaluasi menyeluruh.

Taruna mengungkapkan, keputusan memperluas indikasi vaksin tidak diambil secara sepihak. BPOM mengklaim telah melibatkan berbagai pihak, mulai dari ahli independen hingga merujuk pada pandangan internasional dari World Health Organization (WHO).

“Hasil penilaian kami independen. Kami juga meminta second opinion dari WHO dan para ahli. Akhirnya diputuskan bahwa vaksin yang sebelumnya hanya untuk anak, kini bisa digunakan untuk dewasa,” jelasnya.

Dengan vaksin yang kini telah tersedia dan mulai digunakan untuk orang dewasa, tantangan berikutnya adalah memastikan distribusi merata dan tepat sasaran. Tanpa itu, perluasan kebijakan berpotensi hanya menjadi solusi di atas kertas, sementara ancaman di lapangan terus berkembang.

Jurnalis: rendy/abri

beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait