ADINKES Kab.Bone Jadikan Digitalisasi Pelayanan Kesehatan Puskesmas dalam Gayatri sebagai Studi Tiru

  • Whatsapp

MOJOKERTO,Beritalima.com- Gerbang Layanan Informasi Terintegrasi (Gayatri) Aplikasi milik Pemkot Kota Mojokerto kembali menjadi rujukan studi tiru. Pada Senin (15/1), bertempat di Puskesmas Mentikan, rombongan Kepala Puskesmas dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan mengkaji tentang penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di Kota Mojokerto yang telah terintegrasi dalam Gayatri.

Sekretaris Badan Eksekutif Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) Pusat Ir. Halik Sidik Djibran
menyampaikan ADINKES mempunyai misi untuk saling berbagi, dimana Dinas Kesehatan (Dinkes) yang sudah bagus dapat menularkan ilmunya kepada Dinkes lain yang sedang belajar.

“Misi dari ADINKES ini yang menjadi dasar kenapa kita membawa Dinkes dari berbagai daerah, hari ini dari Bone Sulawesi Selatan datang kesini untuk mempelajari bagaimana Gayatri dalam implementasinya dengan Digitalisasi Pelayanan Kesehatan di Puskesmas ” jelas Halik.

Halik menuturkan hal utama yang dapat ditiru dalam aplikasi Gayatri adalah sistem sekali input dalam satu aplikasi namun sudah terintegrasi dengan aplikasi yang lain terintegrasi juga dengan data Satu Sehat Sehingga lebih emat tenaga dan data yang diinput lebih konsisten antara satu aplikasi dengan aplikasi yang lain.

“Gayatri sekali menginput di aplikasi sudah terintegrasi ke P-Care BPJS dan Satu Sehat-nya Kemenkes. Sehingga input data di banyak aplikasi sudah bisa disederhanakan di satu aplikasi. Data juga bisa lebih konsisten,” imbuhnya

Jamaludin, salah satu peserta studi tiru mengungkapkan pihaknya akan segera menerapkan rekam medik elektronik.

“Kami sudah melihat dan mendengar tentang aplikasi yang digunakan semoga kami dapat mengambil apa yang menjadi tujuan kami. Ke depan insyaallah kami akan menerapkan rekam medik elektronik yang terintegrasi dengan Satu Sehat,” ungkapnya.

Saat menerima rombongan dari Kabupaten Bone, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk; dan Keluarga Berencana (DinkesP2KB) dr. Farida Mariana MKes menyampaikan Pemkot Mojokerto sangat terbuka untuk berbagi ilmu dan aplikasi.

“Kami dari Kota Mojokerto siap berbagi. Karena kemanfaatan itu semakin besar Insyaallah pahala semakin besar. Berbagi ilmu kami siap, berbagi aplikasi pun Kota Mojokerto pun siap,” kata Farida.

Keberhasilan integrasi data dalam aplikasi Gayatri tidak hanya menjadikan Kota Mojokerto sebagian jujukan studi tiru berbagai instansi tetapi juga meraih berbagai penghargaan, diantaranya adalah: Top 15 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2023, Regional Digital Health Leadership Terbaik 3 dalam Satu Sehat Award 2023, Capaian Terbaik 3 Konektivitas Simpus ke Satu Sehat.(Kar)

beritalima.com

Pos terkait