Buka Pelatihan Membatik, Ini Pesan Walikota Madiun

  • Whatsapp

MADIUN, beritalima.com- Intervensi berbasis lokal juga menyasar para pembatik yang ada di Kota Madiun, Jawa Timur.

Hal tersebut diungkapkan Walikota Madiun, H. Maidi, saat membuka pelatihan inklusi membatik berbasis kompetensi, Senin 1 Agustus 2022.

Dalam kesempatan tersebut, walikota mendorong para pembatik lokal untuk bisa melahirkan karya-karya yang tak hanya memiliki nilai jual. Tapi harus lebih dari itu, karya harus bisa menjadi identitas pemakainya.

“Potensi kita besar. Maka batik yang kita punya harus terarah agar semua profesional. Setiap pembatik yang bagus dipeseni untuk seragam OPD atau minimal RT RW,” ucap H. Maidi.

Motif batik yang dibuat para pengrajin, lanjutnya, harus mampu menghadirkan identitas bagi pemakainnya. Misalnya dengan memilih motif yang sesuai dengan Kota Madiun atau ikon-ikon wisata kota yang tengah ramai saat ini.

“Konsep harus jelas supaya berhasil. Batik harus jadi identitas bagi pemakainnya,” tandasnya.

Melalui pelatihan inklusi membatik berbasis kompetensi yang digagas oleh Dinas Tenaga Kerja, KUKM ini, Maidi berharap para peserta mampu memiliki pengetahuan yang lebih terkait tentang dunia batik.

“Saya berharap para peserta memiliki keterampilan baru dengan harapan bisa menciptakan lapangan kerja,” harapnya. (Kmf/editor Dibyo).

Ket. Foto: H. Maidi.

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait