Harga Anjlok, Johan: Perlu Lakukan Sebaran Produksi dan Perbaiki Industri Cabai

  • Whatsapp

JAKARTA, Beritalima.com– Wakil rakyat dari Dapil I Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H Johan Rosihan ST mengatakan, Pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) perlu melakukan sebaran produksi dan memperbaiki Industri cabai di tanah air agar saat panen raya tidak terjadi harga anjlok sehingga merugikan para petani.

Hal tersebut dikatakan anggota Komisi IV DPR RI membidangi Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Lingkungan Hidup (LH) terkait anjloknya harga cabai di pasaran sehingga meengakibatkan petani gelisah bahkan marah karena harga cabai yang merosot tajam saat mereka panen raya.

Menurut anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI tersebut, ini harus segera disikapi Pemerintah agar harga segera stabil pada saat petani panen cabai. “Saya minta pemerintah segera stabilkan harga cabai karena jika dilihat dari data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, telah terjadi kemerosotan harga cabai 3,38 persen dan cabai rawit merah juga merosot 1,83 perseen, demikian juga cabai merah kriting turun 2,77 persen,” kata dia.

Johan yang memang dekat dengan para pertani mengaku, merasakan bagaimana beratnya beban yang dipikul petani karena harga anjlok pada saat mereka panen. Karena itu, dia mendesak Pemerintah menyiapkan solusi konkret menstabilisasi harga cabai serta membuat kebijakan agar harga cabai bisa menguntungkan petani.

“Saya berharap, ada desain strategi supaya pemerintah melakukan sebaran produksi cabai dan memperbaiki industri cabai nasional karena terjadinya disparitas harga cabai antar daerah disebabkan karena pusat produsi cabai terkonsentrasi di Pulau Jawa. Saya juga meminta segera perbaiki industry cabai agar dinamika produksi dan volatilitas harga cabai dapat terkendali,” ujar Johan.

Legislator kelahiran Pulau Sumbawa ini menilai, sampai saat ini belum ada solusi konkret dari pemerintah menstabilkan harga cabai yang bisa menguntungkan petani.
Johan selalu mendorong Pemerintah membantu petani dalam menghadapi berbagai kesulitan karena menurutnya para petani selalu mengalami kerugian dalam bertani cabai dan selalu mengalami harga jual yang rendah, serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan modal yang terbatas.

Pemerintah, kata Johan, mesti membantu para petani dalam hal pemasaran karena menurut dia rantai pasok komoditi cabai yang terlalu panjang. Selain itu juga juga berakibat tingginya kerusakan yang menyebabkan harga sangat fluktuatif.

Salah satu cara mengembangkan industri cabai, Pemerintah mesti menghubungkan kemitraan petani dengan perusahaan pengolah cabai sehingga harga bisa stabil. “Kemitraan harus dikembangkan dengan model berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah ekonomi yang bisa menguntungkan para petani.”

Dikatakan, Pemerintah harus tegas dalam menstabilkan harga cabai sebab merosotnya harga selalu terjadi setiap tahun dan ini merugikan petani produsen. “Saya usulkan pemerintah membuat kebijakan dengan menentukan harga dasar cabai yang wajar, yang bisa menguntungkan petani dan tidak memberatkan konsumen. Penentuan harga dasar ini harus didasarkan pertimbangkan Break Event Point (BEP) cabai secara nasional serta bersikap tegas untuk tidak impor,” cetus Johan.

Ketua DPP PKS ini juga menguraikan salah satu strategi penting untuk mengatasi merosotnya harga cabai di pasaran dengan meningkatkan luas tanaman cabai pada musim hujan dan mengatur luas tanam dan produksi cabai pada musim kemarau.
“Pemerintah harus kendalikan harga cabai dengan mengatur sebaran produksi secara merata dan membantu petani yang umumnya memiliki modal yang terbatas, demikian H Johan Rosihan ST (akhir)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait