Jakarta, beritalima.com|- Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini manfaatkan waktu resesnya dengan menjemput aspirasi masyarakat di Desa Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur (9/5), untuk terus dibawa ke parlemen agar dicarikan solusinya.
Dialog yang sangat terbuka ini dimanfaatkan warga untuk curhat soal tekanan ekonomi yang makin terasa di tingkat bawah. Di tengah pembagian bantuan sembako untuk perempuan lansia dan penyandang disabilitas, suara warga mengemuka tentang mahalnya kebutuhan pokok hingga sulitnya akses alat bantu kesehatan.
Seorang warga bernama Trisna misalnya, meminta bantuan kursi roda untuk ibunya yang baru menjalani amputasi kaki. Permintaan itu disampaikan langsung di hadapan Novita dalam dialog
Menanggapinya, Novita menegaskan bahwa persoalan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas tidak boleh dipandang sebelah mata. Menurutnya, negara harus hadir hingga ke persoalan paling mendasar yang dihadapi warga.
“Aspirasi seperti yang disampaikan Pak Trisna adalah pengingat bahwa negara harus hadir di setiap gang dan rumah warga. Kami akan segera mengupayakan bantuan alat kesehatan ini agar ibunda kembali memiliki mobilitas dan kemandirian,” ujar Novita.
Persoalan lainnya ada lagi. Ibu Tatik dari RT 1 RW 3 Desa Ngariboyo, melontarkan kritik tajam terkait kondisi ekonomi yang dinilai semakin memberatkan rakyat kecil.
“Rakyat kecil tidak tahu apa-apa soal kebijakan, yang kami tahu hanya kebutuhan pokok di rumah harus terpenuhi. Tolong, setiap kebijakan yang diambil, pikirkan dampaknya pada kami,” cerita Tatik di hadapan forum.
Sebagai anggota Komisi VII DPR RI membidangi sektor industri dan UMKM, Novita menyebut pemberdayaan ekonomi berbasis UMKM kreatif, khususnya bagi perempuan lansia, perlu diperluas agar kelompok rentan tetap memiliki sumber penghasilan.
“Saya mendengar jelas suara Ibu Tatik. Kebijakan ekonomi tidak boleh hanya memanjakan yang produktif, tapi harus melindungi yang rentan. Saya sebagai wakil rakyat akan terus mendesak pemerintah agar program pemberdayaan ekonomi perempuan menyentuh hingga lapis lansia, agar mereka tetap berdaya dan mandiri di hari tua,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Agenda reses ditutup dengan pembagian paket sembako secara simbolis kepada ratusan perempuan lansia dan warga disabilitas. Bantuan itu diharapkan mampu sedikit meringankan beban warga di tengah fluktuasi harga pangan yang belum stabil.
“Saya memastikan bahwa seluruh catatan dari Desa Ngariboyo akan menjadi poin penting dalam rapat-rapat kerja di DPR RI untuk memastikan kebijakan pemerintah pusat tetap berpihak pada wong cilik,” papar Novita.
Jurnalis: rendy/abri





