Jakarta, beritalima.com|- Pengelola kawasan wisata PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (”Pereroan”) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) siap berbenah untuk tampil lebh kreatif lagi, dengan akan menghadirkan berbagai atraksi baru untuk mengundang minat wisatawan dalam dan internasional.
“Kita ingin kawasan wisata ini bikin orang Bahagia, dan pulangnya juga Bahagia,” ujar Irvan Setiaputra, Komisaris Utama Ancol, didamping Direktur Utama Syahmudrian Lubis saat jump apers, di Candi Bentar, Ancol, Jakarta (14/4).
Irvan mengakui, ada banyak hal yang harus lebih dibenahi lagi. “Saya sekian tahun lalu kesini seperti ini, lalu sekarang masih seperti ini juga. Berarti harus ada perubahan,” jelasnya. Kawasan wisata bahari di utara Jakarta ini bisa dikatakan sangat lengkap, memiliki pantai yang bersih dan banyak diminati wisatawan saat berakhir pekan atau liburan.
Dalam RUPST kemarin, antara lain pelaporan kinerja di 2025, pembagian dividen, serta pengangkatan dan pergantian anggota Dewan Direksi Perseroan. RUPS menyetujui pembayaran dividen sebesar Rp 26,05 per lembar saham yang totalnya mencapai Rp 41.6 miliar atau 23,13 % dari laba bersih.
Sepanjang 2025, Perseroan mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 1.121 triliun dengan laba bersih tahun berjalan Rp 180.19 miliar. menyetujui perubahan Susunan Pengurus Perseroan, memperkuat strategi bisnis ke depan. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang baru berlaku efektif sejak ditutupnya RUPS ini adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris: Komisaris Utama dan Komisaris Independen: Irfan Setiaputra, Komisaris: Suharini Eliawati, Komisaris: Bapak Lies Hartono, Komisaris: Sutiyoso dan Komisaris Independen : Ibu Trisni Puspitaningtyas
Lalu untuk Dewan Direksi: Direktur Utama: Syahmudrian Lubis, Direktur: Cahyo Satriyo Prakoso, Direktur: Daniel Nainggolan, Direktur: Eddy Prastiyo dan Direktur: Rahmaniar.
Kepada media diutarakan,meski situasi eksternal masih menghadapi tantangan ekonomi global, Perseroan fokus pada inovasi dan efisiensi operasional, seperti digitalisasi layanan ticketing, peningkatan fasilitas pengunjung, serta pengembangan konten/event tematik baru, sehingga berhasil mempertahankan pendapatan seperti tahun lalu.
Selain itu, Perseroan saat ini berada pada sebuah titik yang krusial, bukan untuk bertahan, tetapi lebih dari itu untuk melangkah ke fase transformasi berikutnya. Kini, industri destinasi wisata dan leisure telah berubah secara fundamental. Customer/visitor tak hanya menikmati tempat desitnasi, tapi lebih dari itu bagaimana customer dapat menikmati sebuah pengalaman baru (experiences), konekssi dan value/nilai dari yang telah dikeluarkan.
Sehingga, Ancol kedepan, fokus dongkrak nilai tiap pelanggan bukan sekedar jumlah pengunjung, optimalkan aset dan ekosistem bukan hanya operasional, optimalkan data sebagai penggerak keputusan bukan hanya asumsi dan membangun kolaborasi strategis memperkuat daya saing jangka panjang Transformasi, Bukan sekedar strategi semata, tapi lebih menanamkan sebagai budaya kerja (culture) dan sumberdaya manusia (people) dengan disiplin ketat untuk eksekusi yang tepat.
Jurnalis: abri/dedy








