Kembangkan Produksi Holtikultura dari Hulu ke Hilir, Gubernur Khofifah Inisiasi Jatim Incorporated

oleh -204 views

SURABAYA, beritalima.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah serius mengakselerasi pengembangansektor pertanian dari hulu hingga ke hilir. Salah satu strateginya denganmenjajaki pembentukan institusi yang menangani industri hortikultura yang rencananyadinamakan Jatim Incorporated. Rencana pembentukan lembaga itu dimaksudkan untukmemberikan nilai tambah pada produksi hasil holtikultura dengan prinsip petik olahkemas jual. “Saat ini saya tengah berkonsultasi dengan ahli hukum guna mendapatkanpendapat yang legal dan bersifat administratif terkait pendirian lembaga tersebut,” kataGubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai melakukan pertemuan dengan PT.Polowijo Gosari Group di Gedung Negara Grahadi, Selasa (16/7). Khofifah mengatakan, ia seringkali menyampaikan usulan terkait prinsip petikolah kemas jual, sehingga banyak pihak yang merespon. Salah satunya PT. PolowijoGosari Group. Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan hasil pertanian inimenjadi salah satu yang akan digandeng Pemprov Jatim. “Saya berkali-kali menyampaikan tentang petik, olah, kemas, jual. Sakingseringnya lalu banyak yang merespon. Seperti Polowijo ini, dulu saya sudah sempat kesana, dan menyampaikan itu, ternyata mereka langsung mencoba danmenerapkannya,” kata Khofifah.

Menurutnya, salah satu yang sudah dikembangkan PT. Polowijo Gosari Groupadalah mangga. Perusahaan ini sudah memproduksi olahan mangga menjadi dodoldan es krim. Hasil olahan tersebut bahkan sudah menembus toko modern. Tidak hanyaitu, buah hasil petik yang memenuhi quality control bahkan sudah tembus ekspor. Ke depan, ia meminta PT. Polowijo Gosari Group untuk mengembangkanmanisan mangga. Alasannya, potensi mangga di Jawa Timur cukup besar, mencakupwilayah Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso hingga Madura. “Hal ini dilakukan agar saat oversupply (harganya) tidak murah. Harus ada dataproduksi dan distribusi.

Sehingga kita bisa melakukan pemetaan yang butuhpengolahan berapa banyak, berapa yang bisa diolah dan cocoknya diolah dalam bentukapa,” tandas mantan Menteri Sosial ini. Khofifah menyebut jika ada pemetaan tersebut, masyarakat akan mengurangikebiasaan petik langsung jual. Saat over supply, proses akan terbagi dua, yakni buahyang dijual dalam bentuk olahan dan non olahan. “Nanti kalau sudah jalan, kita akan sampaikan ke bupati yang punya produksimangga besar, kita petakan dimana kita bisa lakukan petik olah kemas jual,” ucapKhofifah.


Bahas Durian, Buah Naga dan CoklatTak hanya soal mangga, pertemuan juga membahas soal durian. Rencananyabersama Litbang Pertanian, Pemprov Jatim akan dilakukan re-planting atau penanamanulang untuk menggantikan tanaman durian yang punya kualitas kurang bagus. Penanaman ulang ini sudah diujicobakan di Pasuruan.

Sembari menungguhasilnya, Pemprov kini tengah mencari lahan luas yang bisa ditanami durian secaramassif. Pemprov juga memilah bibit unggul dan varietas yang akan dipromosikan. “Juga untuk buah naga. Kemarin saat panen, terjadi oversupply harga jatuh.Sekarang memang harganya sudah sangat kompetitif. Tapi harus disiapkan opsi nantikalau musim panen raya lagi bagaimana, pengolahan pasca panennya harusdisiapkan,” ucap Khofifah.

Produk lain yang juga jadi fokus pengembangan adalah kakao atau coklat.Khofifah ingin ada peningkatan pengolahan hingga produk akhir sehingga makin tinggidaya saingnya, seperti dikemas indah dan siap dijual lebih luas sebagai oleh-olehmaupun hadiah. “Saat ini coklat bisa dipamerkan di Asrama Haji untuk oleh-oleh jama’ah hajisebagai pengganti coklat Arab, coklat kita sama dengan coklat di Arab yang iklimnyatropis,” tambahnya.

Produk akhir bidang pertanian dan holtikultura di Jatim, lanjutnya, memangsudah banyak dikembangkan. Namun jika bisa melakukan pendampingan lebih banyakpada sektor downstream-nya, maka hal ini akan mendukung upaya Pemprov dalammeningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan di JawaTimur. (Rr)