beritalima.com

Khofifah: “Tingkat Positivity Rate di Jatim Cukup Menggembirakan”

  • Whatsapp

SURABAYA, beritalima.com | Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan, keberhasilan Jatim keluar dari status zona merah penyebaran Covid-19 tak lepas dari kerja keras dan kerjasama yang baik antara seluruh masyarakat Jatim dengan berbagai pihak di daerah ini.

Berbagai pihak yang dimaksud, Pemprov, Forkopimda, Pemkot/Pemkab dan Forkopimda Kabupaten/Kota seluruh jajaran  TNI, Polri dan tenaga kesehatan, media, kampus dan semua elemen yang telah berjuang keras dalam menangani pandemi Covid-19. 

beritalima.com

Sebagaimana yang telah ditetapkan Satuan Gugus Tugas Covid-19 Nasional pada Selasa (20/10/2020) sore, sebanyak 19 Kabupaten/Kota atau 50 persen dari total keseluruhan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur dinyatakan berstatus zona kuning.

Ke 19 kabupaten/kota berstatus zona kuning itu Pacitan, Kota Blitar, Tuban, Situbondo, Kediri, Ponorogo, Madiun, Pasuruan, Magetan, Bangkalan, Malang, Kota Madiun, Lamongan, Sampang, Pamekasan, Trenggalek, Tulungagung, Nganjuk, dan Bojonegoro.

Sedangkan 19 kabupaten/kota berstatus zone oranye adalah Blitar, Kota Pasuruan, Kota Surabaya, Lumajang, Jember, Probolinggo, Kota Mojokerto, Bondowoso, Jombang, Kota Kediri, Sumenep, Banyuwangi, Ngawi, Gresik, Kota Malang, Kota Batu, Kota Probolinggo, Sidoarjo, dan Mojokerto

beritalima.com

“Masih 50 persen lagi wilayah Jatim yang zona oranye saat ini,” ujar Khofifah sembari menambahkan kalau dua pekan lalu Jatim berhasil keluar dari status zona merah penyebaran Covid-19. “Alhamdulillah, ini kabar yang sangat menggembirakan dan patut disyukuri,” ucapnya.

Menurut Khofifah, tidak hanya zona kuning, tingkat positivity rate di Jatim juga menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Minggu ini, Positivity Rate di Jawa Timur tercatat  7% dimana standar WHO adalah 5%.

“Artinya jumlah testing yang dilakukan semakin naik dan hanya 7% dari yang dites merupakan kasus positif. Harapan kita ke depan terus membaik lagi,” terangnya. 

Khofifah menyebut, sejak dimulai operasi yustisi tanggal 14 September 2020 tercatat 2.040.742 teguran. Teguran lisan sebanyak 1.613.218 kali. Sementara teguran tertulis sebanyak 427.461 kali.

Sedangkan  selama dua pekan terakhir intervensi dari Pemprov Jatim bersama Forkopimda cukup masif, khususnya dalam operasi Yustisi maupun testing sampel PCR. Sedikitnya, ada  65.147 titik operasi yang digencarkan selama dua pekan dengan jumlah pelanggar yang terkena sanksi teguran sebanyak 696.570 orang, hukuman sosial baru sebanyak 99.711 orang, dan denda kepada 11.313 orang. 

Angka tersebut, lanjut Khofifah, melonjak dua kali lipat dari jumlah operasi Yustisi di minggu sebelumnya. Untuk jumlah tes PCR yang dilakukan dalam dua minggu ini mencapai 53.425 test yang dilakukan oleh 66 Lab dan RS yang ada di Jawa Timur. “Strategi ini cukup ampuh menekan peningkatan jumlah kasus baru Covid-19 di Jatim,” imbuhnya. 

Meskipun demikian, tambah Khofifah, zona kuning bukan berarti menggambarkan bahwa pandemi Covid-19 ini selesai. “Ini hanya bukti bahwa upaya masyarakat bersama dengan pemerintah, TNI,  Polri,  maupun tenaga kesehatan di Jawa Timur telah menunjukkan progress yang nyata,” tandasnya.

Dia mengingatkan masyarakat untuk terus patuh kepada protokol kesehatan di saat pemerintah terus meningkatkan kapasitas 3T, yaitu testing, tracing dan treatment. (Ganefo)

beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait