Jakarta, beritalima.com| – Komplek Parlemen atau Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) di kawasan Senayan, Jakarta, telah melakukan berbagai kegiatan penghematan penggunaan listrik dan sarana lainnya secara terukur dan bertahap. Gerakan efisiensi ini patut diberikan contoh untuk sarana perkantoran di lingkungan Pemerintah lainnya, seperti arahan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dan Pimpinan DPR.
Sejak terbitnya Surat Pemberitahuan Efisiensi Penggunaan Sumber Daya Listrik, Telpon, Air, BBM dan Jamuan Rapat sejak 28 Maret lalu, kini mulai terlihat hasilnya. Himbauan tersebut ditujukan untuk semua anggota DPR beserta stafnya dan lingkungan karyawan dibawah naungan Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR.
“Biaya listrik kini terbukti menjadi lebih rendah. Semula sekitar Rp2,9 miliar menjadi Rp2,5 miliar per bulan,” kata Dedy Bagus Prakasa, Kepala Bagian Gedung dan Instalasi Setjen DPR RI kepada beritalima (12/5).
Dalam surat tersebut, disebutkan untuk pengaturan operasional gedung di komplek parlemen, seperti enggunaan listrik di lingkungan kantor dengan mematikan aliran listrik apabila sudah selesai digunakan maksimal sampai dengan pukul 18.00 waktu setempat. Untuk penggunaan pendingin ruangan (Air Conditioner/AC) mulai pukul 07.00 – 18.00. Lift dan eskalator akan dinyalakan mulai pukul 07.00 – 18.00 waktu setempat. Setelah pukul 18.00, akan dilakukan efisiensi penggunaan/operasional lift hingga 70%.
Sedangkan penggunaan telepon dan air disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk jam operasional sarana olah raga yang berdampak pada penggunaan listrik maksimal sampai dengan pukul 18.00 waktu setempat. “Sempat kami menjumpai ada yang masih sedang mandi di tempat sarana olah raga, ya ditunggu sampai selesai dengan mengatakannya sudah ada pembatasan waktu penggunaannya,” jelas Dedy.
Sementara penggunaan kendaraan operasional, ada penghematan BBM kendaraan dinas operasional Pejabat Tinggi Madya, Pejabat Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator. Kendaraan operasional pegawai disesuaikan dengan jadwal ditetapkannya WFH/WFA.
Bagi yang mengadakan dukungan rapat di Kesekretariatan DPR RI, dimana melibatkan unit eselon I lainnya hanya dapat diberikan jamuan rapat berupa makan besar (tanpa kudapan/snack). Sementara untuk rapat secara daring (online), tak dapat diberikan jamuan. Serta semua pegawai dihimbau agar mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke kendaraan umum.
“Himbauan ini secara umum dipatuhi oleh semuanya di lingkungan DPR,” ucap Dedy. Dan, bagi anggota DPR ada yang secara mendadak ada kegiatan diatas jam 18.00, maka harus memberitahukan terlebih dahulu sehingga akan diatur penggunaan fasilitas kantornya.
“Kami optimis Langkah efisiensi ini bisa menghemat penggunaan listrik hingga 20 persen,” jelas Dedy. Dan, di lingkungan DPR, sejak 2021, sebenarnya sudah memulai langkah efisiensi secara terukur, dengan memasang panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di tujuh Gedung utamanya.
Jurnalis: abri/rendy








