Meski Tuntas divaksin, ASN Non ASN Harus Disiplin Prokes

  • Whatsapp
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH, MH

SUMENEP, beritalima.com| Meskipun Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep telah tuntas divaksin hendaknya tetap disiplin menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat seperti memakai masker yang baik dan benar.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH, MH mengatakan, seluruh ASN maupun non ASN saat beraktivitas di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) jangan sampai lengah tidak menjaga protokol kesehatan, karena merasa sudah divaksin.

Bacaan Lainnya

“Walaupun divaksin sebanyak dua kali, jangan sampai ASN dan non ASN tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan, karena vaksin ini untuk meningkatkan imunitas yang memungkinkan masih bisa terpapar COVID-19,” jelas Bupati seusai Rapat Koordinasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro, di Ruang VIP Rumah Dinas (Rumdis) Bupati Sumenep, Kamis (03/06/2021).

Untuk itulah, semua ASN dan non ASN di jajarannya wajib menjaga kesehatan agar aktivitas kerja tidak terganggu, mengingat COVID-19 masih ada dan masih ada msyarakat yang tekonfirmasi positif virus itu.

“Setiap bekerja di masing-masing kantornya tetap harus menjaga protokol kesehatan COVID-19 dan menjaga imunitas tubuh agar kebal terhadap penyakit, sehingga bisa tetap beraktivitas melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya,” imbuh mantan Wakil Bupati Sumenep ini.

Ia berharap, pimpinan OPD mengawasi setiap hari untuk mengetahui dan memastikan apakah ASN di jajarannya disiplin menerapkan protokol kesehatan, sehingga manakala ada yang mengabaikan memberikan teguran.

“Saya harapkan ASN dan non ASN harus beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru di masa new normal ini,” imbuhnya

Bupati berharap, seluruh elemen baik pemerintah dan masyarakat bersama-sama menekan penularan COVID-19 semaksimal mungkin, supaya kesehatan pulih dan aktivitas perekonomian masyarakat bisa kembali bangkit meskipun di tengah wabah ini.

“Semua elemen di daerah bergotong royong memutus rantai penularan COVID-19, sehingga dengan kepatuhan yang tinggi dalam melaksanakan protokol kesehatan bisa memutus rantai penyebarannya,” imbuhnya.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Agus Mulyono mengungkapkan, sejak dua minggu terakhir ini, tercatat sebanyak 17 orang terkonfirmasi positif COVID-19 yang menjalani penanganan medis di ruang isolasi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

“Dari 17 pasien itu di antaranya sebanyak 4 orang sudah pulang setelah dinyatakan negatif COVID-19, sedangkan 13 pasien lainnya masih menjalani isolasi di rumah sakit,” pungkasnya.
(***)

Pos terkait