Negara Tak Boleh Bedakan Kaya-Miskin, Gus Nabil: Jubir Jangan Buat Blunder

  • Whatsapp
www.beritalima.com

JAKARTA, Beritalima.com– Wakil rakyat dari Dapil V Provinsi Jawa Tengah, Muchamad Nabil Haroen mengatakan, negara mempunyai kewajiban untuk melindungi warga negaranya tanpa membedakan kaya miskin.

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI membidangi tenaga kerja dan kesehatan itu menanggapi pernyataan kontroversial Juru Bicara Pemerintah untuk Penangananan virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto ketika memberikan keterangan pers seperti dilansir dari tayangan Kompas TV pada menit ke 22:40, Jumat (27/3) serta direlay jaringan media sosial.terkait perkembangan kasus Covid-19.

Pada kesempatan itu, Yurianto mengatakan, masyarakat kaya melindungi yang miskin agar bisa hidup dengan wajar. Sebaliknya, penduduk miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya. “Ini menjadi kerja sama yang penting,” kata Yurianto.

Menurut Gus Nabil, spaan akrab Muchamad Nabil Haroen, seharusnya negara memberi perlindungan merata, tidak bedakan kaya miskin. Sesuai amanat UUD 1945, perlindungan, keadilan dan kesejahteraan itu bagi seluruh rakyat Indonesia. “Warga Indonesia berhak mendapat keadilan dalam penanganan kesehatan secara merata, di tengah pandemi Covid-19 ini,” kata Gus Nabil, Minggu (29/3).

www.beritalima.com

Juru Bicara, tambah Ketua Umum Pimpinan Pusat perguruan seni bela diri Pencak Silat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama tersebut, jangan blunder. Harus sampaikan subtansi dengan cara, gagasan dan situasi yang benar. “Juru bicara seharusnya tidak mengkotak-kotakkan dengan atribut material seperti itu. Ini saatnya kita bergotong royong menghadapi wabah covid-19. Semuanya punya kewajiban dan tanggungjawab sesuai proporsi masing-masing. Penyakit tidak mengenal strata sosial dan bisa mengenai siapa saja,” kata Nabil.

www.beritalima.com
www.beritalima.com

“Saya kira, Presiden Joko Widodo harus evaluasi kinerja Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19. Evaluasi itu penting, jangan sampai karena juru bicaranya salah ucap, salah omong, atau blunder, jadi mengganggu gerak tim. Ini penting digarisbawahi, bahwa saya sangat mengapresiasi kinerja tim medis yang bertugas siang malam, juga segenap instansi yang membantu untuk menangani Covid-19 ini.”

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

Dikatakan, rakyat sudah bergerak, saatnya Pemerintah membuka informasi dan ambil kebijakan progresif. Karena persebaran virus Corona ini tidak membedakan kaya miskin. “Banyak teman-teman saya, tidak ada beda kaya dan miskin, jadi korban. Kita harus bergerak cepat, dengan koordinasi semua kepala daerah untuk menjaga kawasan masing-masing,” kata Nabil.

www.beritalima.com
www.beritalima.com

Dia menceritakan, warga di desa-desa sudah aware dengan bahaya Covid-19. Mereka membatasi pergerakan pendatang, membersikan tempat ibadah, tempat umum dengan fasilitas kebersihan mandiri, juga saling mengingatkan untuk sama-sama menjaga kesehatan masing-masing. Ini harus diapresiasi. Tapi harus diingat, mereka ada batasnya.

www.beritalima.com
www.beritalima.com

Selanjutnya, dibutuhkan kebijakan cepat, tepat sekaligus informasi akurat dari pemerintah agar semua bersiap dan bergotong royong saling bantu.“Ini saatnya kita membangkitkan gairah persatuan dan kerjasama, tanpa membedakan strata sosial. Karena keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Semoga kita semua mampu melewati musibah pandemi Covid-19 dengan selamat. Amin,” demikian Muchamad Nabil Haroen. (akhir)

www.beritalima.com
www.beritalima.com

Pos terkait