beritalima.com

PAD Bondowoso Anjlok Sampai 24 Miliar

  • Whatsapp

BONDOWOSO, beritalima.com – Pandemi Covid-19, tak hanya berdampak pada kesehatan. Tapi juga sektor ekonomi, baik nasional maupun regional. Salah satunya berdampak pada penurunan APBD Tahun 2020 di Kabupaten Bondowoso.

Sebagaimana nota penjelasan Bupati Bondowoso, tentang Raperda Perubahan APBD Tahun 2020. Salah satu sektor yang menurun adalah PAD (Pendapatan Asli Daerah), yakni hingga Rp 24 mliliar.

Bacaan Lainnya

Dimana semula PAD Kabupaten Bondowoso, berada di angka Rp 232 miliar lebih, menjadi Rp 208 miliar.Adapun sumber PAD yang mengalami penurunan di antaranya, pajak daerah berkurang Rp 11 miliar, retribusi daerah menurun Rp 5 miliar dan pendapatan asli daerah yang sah turun hingga Rp 7 miliar.

Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin mengatakan, bahwa penurunan PAD tersebut, karena dana digunakan untuk refokusing penanganan Covid-19. “Sebenarnya itu saja, karena Corona,” katanya.

Menurutnya, menurunya PAD ini berdampak pada pembangunan. Maka dari itu, pada Tahun 2021 nanti pihaknya akan lebih memaksimalkan anggaran. “Kalau tahun ini tidak bisa mencari cara untuk menutupi. Meskipun kita sudah berupaya mencari dana ke atas, masih dalam proses dan belum tahu seperti apa,” paparnya, usai Paripurna, Jumat (18/9/2020).

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Bondowoso, Farida menambahkan, bahwa penurunan ini, karena ada relaksasi dari Badan Pendapatan untuk PBB, pungutan yang berpengaruh secara langsung seperti pajak restoran dan hotel.

Sebagaimana diketahui, di tengah Pandemi Covid-19, Pemkab Bondowoso memberikan keringanan bagi warga. Yakni dengan memotong Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Pembayaran pajak Rp 12 ribu sampai Rp 2 juta diberikan keringanan hingga 50 persen. Sementara PBB-P2 dengan nominal Rp 2 juta ke atas, dipotong 10 persen.”Kedua dari pendapatan pajak penerangan jalan. Dari adanya kebijakan dari pusat, yang membebaskan tarif yang 450 Kwh itu juga akan berpengaruh,” paparnya.

Menurutnya, Tahun 2020 ini adalah tahun transisi dan sekaligus tahun pandemi. Di tengah bencana wabah ini, akan berpengaruh terhadap kegiatan dan pendapatan.”Refokusing sudah kita lakukan, yakni untuk sektor ekonomi dan kedua untuk pemulihan ekonomi,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Ahmad Dhafir menjelaskan, biasanya APBD saat perubahan anggaran pasti ada tambahan program. “Karena Covid-19, untuk pertama kalinya biasanya PAPBD bertambah malah berkurang,” terangnya. (*/Rois)

beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait