Pansus I DPRD Minta PT SP Tingkatkan Partisipasi Bangun Kota Padang

  • Whatsapp

PADANG, SUMBAR — DPRD Kota Padang berharap PT. Semen Padang (PT SP) sebagai salah satu perusahaan terbesar di Padang memberikan sumbangsih lebih, terutama dari segi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Diakui, sejauh ini peran PT SP dalam pembangunan Kota Padang sudah berjalan dengan baik, namun dengan keberadaan pabrik Indarung VI yang baru, tentu potensi PAD bisa lebih ditingkatkan.

Ketua Pansus I yang membidangi pendapatan dan pembiayaan, Miswar Djambak, mengungkapkan hal tersebut dalam kesempatan kunjungan lapangan ke areal pabrik PT SP, Kamis (29/9/2016) siang. Miswar beserta rombongan diterima langsung oleh Direktur Utama PT SP Benny Wendri beserta jajaran di aula lantai III gedung utama PT SP (klik: http://semenpadang.co.id/index.php?mod=profil)

Lebih lanjut, Miswar meminta kepada PT SP untuk meningkatkan partisipasi membangun Kota Padang. Dalam artian, bagaimana PT SP dapat menambah PAD Kota Padang. Hubungan yang harmonis antara PT SP dan Pemko Padang yang selama ini terjalin semoga dapat lebih ditingkatkan untuk pembangunan di kota ini.

Anggota Pansus I Ilham Maulana mengatakan, karena adanya pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kota Padang, maka DPRD Kota Padang terus mendorong Dinas Pendapatan (Dipenda) Kota Padang untuk menggali potensi PAD. Salah satunya dengan melakukan kunjungan lapangan ke PT SP dan meninjau pabrik Indarung VI.

“Harus ada penjelasan dari PT SP terkait pabrik Indarung VI, kapan mulai beroperasi, sehingga tidak mengundang tandatanya masyarakat,” tegas politisi Partai Demokrat ini.

Kepala Dipenda Kota Padang Adib Alfikri, yang diajak serta peninjauan lapangan ke PT SP, menjelaskan, untuk pajak mineral bukan logam dan batuan disusun targetnya dengan asumsi Indarung VI berfungsi dengan target sebesar Rp46.876.809.319, -. Dari target sebesar itu, sekitar Rp9 miliar lebih yang diasumsikan Indarung VI akan masuk, ternyata tidak direalisasikan karena belum beroperasi.

“Selama ini, potensi PAD dari PT SP memang cukup besar, terutama Pajak Penerangan Jalan (PPJ), Pajak Bumi dan Bangunan, dan lainnya. Kita berharap, pabrik Indarung VI segera beroperasi, sehingga target PAD dapat terealisasi sesuai harapan kita,” terang Adib.

Direktur Utama PT SP Beny Wendri menjelaskan, pelaksanaan ground breaking pabrik Indarung VI pada tanggal 26 Mei 2014. Sampai saat ini pembangunan pabrik dalam tahap pengerjaan. Listrik dari PLN sudah masuk.

“Kita menargetkan, pabrik Indarung VI ini mulai diuji coba operasinya pada bulan Desember 2016. Bahkan pemegang saham menginginkan beroperasi November 2016, tapi kemungkin baru beroperasi effektif bulan Januari 2017,” ujarnya.

Selama ini, jelas Beny Wendri, PT SP sudah memberikan pemasukan PAD bagi Pemerintah Kota Padang lebih dari Rp40 miliar per tahun. Kalau pabrik Indarung VI beroperasi, maka target PAD sebagaimana diharapkan dapat direalisasikan.

Usai pertemuan, rombongan Pansus I DPRD Kota Padang diajak mengunjungi lokasi pembangunan pabrik Indarung VI. Disamping Miswar Djambak selaku Ketua Pansus I, anggota Pansus I yang ikut pada kesempatan tersebut adalah Ilham Maulana, Usman Ismail, Rafli Boy, dan Delma Putra yang didampingi oleh sejumlah staf sekretariat dan wartawan.

(irs/rki)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *