Pendeteksi Tsunami Rusak, Bamsoet Minta BPPT Segera Buat Alat Baru

  • Whatsapp

JAKARTA, Beritalima.com– Ketua DPR RI, Bambang Seosatyo menyesalkan Indonesia sudah tidak memiliki lagi alat pendeteksi gelombang pasang dan tsunami (buoy).

Soalnya, 22 buoy yang tersebar di seluruh perairan Indonesia sudah tidak berfungsi karena mengalami kerusakan total. Bahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan kerusakan buoy sudah terjadi sejak beberapa tahun silam.

Buoy merupakan sistem pelampung yang diletakkan di tengah laut untuk mendeteksi gelombang pasang dan tsunami. Buoy merupakan salah satu opsi teknologi pendeteksi dini tercepat atas peluang terjadinya tsunami di wilayah Indonesia.

beritalima.com

Karenanya, Ketua DPR RI meminta pemerintah melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai lembaga yang bertanggungjawab terhadap pengadaan buoy, segera membuat buoy untuk mengganti buoy yang rusak.

“Pemasangan kembali buoy di seluruh perairan Indonesia sangat mendesak. Terutama, di daerah yang sering terjadi gelombang besar ataupun daerah rawan tsunami. Apalagi, sebagian wilayah Indonesia berada di atas lempeng yang sewaktu-waktu dapat terjadi gempa dan tsunami,” kata politisi senior Partai Golkar tersebut.

beritalima.com

Selain itu, laki-laki yang akrab disapa Bamsoet ini juga meminta Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tetap memanfaatkan modelling tsunami yang berfungsi memberikan informasi peringatan dini (early warning) tsunami.

Modelling tsunami ini sangat berguna dalam mensupport BNPB agar dapat memberikan rasa aman dan waspada kepada masyarakat terhadap ancaman tsunami.

“Melalui Badan Anggaran (Banggar) DPR RI akan memberikan dukungan kepada BNPB dan BPPT dalam penyusunan anggaran, baik untuk pengadaan buoy maupun anggaran pendanaan bencana yang tentunya sangat berpengaruh terhadap upaya mitigasi bencana,” demikian Bambang Soesatyo. (akhir)

beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *