PW Minta Direktorat Cyber Crime Tangkap Provokator Kerusuhan Manokwari

oleh -101 views

JAKARTA, Beritalima.com– Direktorat Cyber Crime yang mengelola Patroli Siber.com punya kemampuan memburu akun sosial yang memprovokasi kerusuhan di Manokwari, Papua Barat beberapa hari lalu.

Soalnya, Direktorat Cyber Crime sudah dilengkapi sejumlah peralatan canggih serta melakukan patroli 24 jam sehari. Karena itu, Direktorat Cyber Crime segera memburu dan menangkap pemilik akun sosial yang menjadi provokator kerusuhan itu.

“Saya minta Direktorat Cyber Crime segera memburu pelaku dan pemilik akun sosial itu agar kejadian serupa tidak terulang,” ungjkap Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane kepada Beritalima.com, Kamis (22/8) pagi.


Pada masa kampanye pemilu seretak lalu, patroli cyber ini berhasil memburu serta menangkap sejumlah pihak penyebar konten hoax yang meresahkan masyarakat. Dengan diluncurkannya Patroli Siber.com tentu akan lebih mudah lagi bagi Direktorat Cyber Crime memburu pelaku hoax karena masyarakat yang dirugikan maupun korban hoax bisa langsung melapor ke Cyber Crime.

Dikatakan Neta, bisa saja para provokator Siber tersebut bukan berada di Papua tetapi di luar Papua. Untuk itu, Direktorat Cyber Crime perlu segera membuktikan kemampuannya untuk memburu dan menangkap pelaku dan penyebar akun sosial yang memprovokasi kerusuhan Manokwari dan kota lain di Papua.

“Selain itu, Polres Manokwari dan Polda Papua Barat bisa segera memproses para provokator dan pelaku kerusuhan tersebut untuk kemudian membawanya ke meja hijau (pengadilan-red),” jelas Neta.

Menurut dia, pada era digital seperti sekarang, peran Direktorat Cyber Crime menjadi sangat vital dan strategis dalam menjaga keamanan. Sebab kejahatan dan kerusuhan massal bisa ‘diremot’ dari jarak jauh, dengan teknologi dan akun sosial, seperti kerusuhan di Manokwari.

Dikatakan, Cyber Crime dengan patroli sibernya tentu tidak sekadar berpatroli, lebih dari itu harus aktif melakukan tindakan deteksi dan antisipasi dini. Jika dalam patroli tercium ada gejala provokasi yang bisa memicu kerusuhan massa, Patroli Siber bisa segera bertindak.

Selain itu Patroli Siber juga bisa berkordinasi dengan jajaran lain agar akun sosial yang memprovokasi segera diblokir dan pemiliknya ditangkap, sehingga kerusuhan massal tidak meledak. Dan ini sesuai dengan fungsi Polri yang senantiasa bertindak preventif.

Patroli siber juga harus menjadi langkah luar biasa untuk mengantisipasi keamanan di era digital. Karena itu, setiap tiga bulan perlu membuat data dan evaluasi, tentang berapa pengaduan yang masuk, berapa dituntaskan, berapa deteksi dini yang telah dan apa kendala penuntasan, agar publik bisa melihat progres patrolisiber yang sudah dilakukan Polri, terutama dalam memburu para provokator digital dalam kerusuhan di sejumlah kota di Papua.

“Terkait dengan kerusuhan di Papua, IPW juga mengapresiasi jajaran Polri dan TNI dalam mengendalikan keamanan. Namun, diharapkan Patroli Siber.com yang baru dilaunching Kabareskrim Polri Komjen Idam Azis beberapa waktu lalu segera menjalankan tugasnya,” demikian Neta S Pane. (akhir)