Reni Marlinawati: Pemerintah Harus Serius Respon Prostitusi

  • Whatsapp
www.beritalima.com

JAKARTA, Beritalima.com– Penangkapan dua public figure dalam kasus prostitusi daring atau online cukup mengkhawatirkan. Menurut Wakil Ketua Komisi X DPR RI Reni Marlinawati, fenomena prostitusi online harus direspons serius oleh pemerintah dan aparat penegak hukum. Terutama Kepolisian dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memiliki tugas untuk memberantas prostitusi online tersebut.

Politisi perempuan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut mengatakan, kasus pengungkapkan prostitusi online di Surabaya itu harus menjadi momentum bersih-bersih ruang siber dari prostitusi.

“Penangkapan dua pesohor perempuan di Surabaya harus dijadikan momentum bagi pemerintah dan aparat kepolisan untuk bersih-bersih praktik prostitusi online di ruang siber,” ujar Reni di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/1).

Wakil rakyat dari Dapil IV Provinsi Jawa Barat tersebut mengatakan, pemerintah dan aparat kepolisian harus melakukan aksi represif dengan menyetop di level hulu praktik prostitusi online yang cukup marak di tengah-tengah masyarakat.

“Akun media sosial yang telah nyata-nyata menjadi alat promosi prostitusi mestinya pemerintah bekerjasama dengan penyedia media sosial dapat menutup akun tersebut secara sepihak. Karena jelas-jelas melanggar UU Pornografi dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik,” cetus Reni.

www.beritalima.com
www.beritalima.com

Dia menilai, praktik prostitusi online telah menyebar di berbagai kota di Indonesia dengan sindikasi yang dapat dilacak. Dengan menutup akun penyedia prostitusi online, setidaknya meminimalisir praktik itu.

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

“Dari hulu harus kita bersihkan. Karena itu, media sosial harus bersih dari promosi prostitusi. Pemerintah dan kepolisian punya instrumen untuk melakukan pembersihan,” tambah Reni.

www.beritalima.com
www.beritalima.com

Disebutkan, pemerintah dapat menutup akun-akun media sosial yang menyebarkan paham radikalisme, semestinya hal yang sama dapat dilakukan pemerintah terhadap praktik prostitusi online.

www.beritalima.com
www.beritalima.com

“Dampak prostitusi berbasis online tak jauh berbahaya dari paham radikalisme. Keutuhan sebuah keluarga terancam dikarenakan prostitusi. Anak-anak dan perempuan menjadi korban nyata akibat prostitusi,” demikian Reni Marlinawati. (akhir)

www.beritalima.com
www.beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *