Suharto : Jembatan ini Urat Nadi Desa Pagar Din. Semoga Gubernur Respon

oleh -27 views

Bengkulu Utara, beritalima.com – Kepala Desa (Kades) Desa Pagar Din Kabupaten Bengkulu Utara (BU), Suharto mengatakan, untuk penggunaan Dana Desa (DD) Tahun 2018 lalu sudah sesuai aturan atau tidak ada kendala.

“DD tahun 2018, Alhamdulillah kita serap dengan baik. Meskipun ada ketidak puasan terhadap pelayanan publik, maupun terhadap masyarakat, itukan tergantung sudut pandang masing-masing. Yang jelas kewajiban saya selaku Kepala Desa dan juga pengayom dari masyarakat, sudah saya penuhi,” Ungkap Kades Pagar Din, Suharto. Selasa (19/2/2019).

Untuk prioritas penggunaan DD tahun 2018, Suharto menjelaskan bahwa ada 4 aitem pekerjaan fisik dilakukan, diantaranya yakni, pembangunan rabat beton, drainase, dan bangunan lainnya.


“Seperti yang dinikmati pasar saat ini dan drainase didepan kantor desa. Karena dulu setiap hari hujan itu anak-anak sekolah susah untuk lewat karena banjir,” Jelasnya.

Sementara untuk fasilitas pendidikan, Suharto mengaku ditahan 2018 tidak ada dan beliau justru berharap mendapatkan bantuan dari pihak Dinas terkait.

“Kemaren kita sudah beberapa kali mengajukan proposal ke Dinas-dinas terkait, terutama mengenai jembatan gantung itu. Mungkin proposal mengenai jembatan tersebut sudah bertumpuk, baik kepihak Kabupaten maupun Provinsi,” kata Kades.

Ketika ditanya respon dari pihak Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi selaku pihak penerima proposal, Suharto mengatakan.

“Dananya memang cukup besar. Jadi pihak Kabupaten mengaku tidak mampu jika menggunakan APBD, harus dilimpahkan ke Provinsi. Mudah-mudahan rekan-rekan media bisa bantu kami. Karena jembatan tersebut merupakan urat nadi Desa Pagar Din ini,” Ujarnya.

Lebih jauh Suharto menceritakan bahwa proposal terkait jembatan tersebut sudah sampai ke Dinas PU Provinsi, bahkan hingga ditangan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

“Proposal nya sudah sampai ketangan Gubernur Bengkulu,” tambahnya.

Ketika disinggung terkait keberadaan perusahaan-perusahasaan swasta disekitar desa, Suharto mengakui bahwa perusahaan-perusahaan tersebut turut berkontribusi di desanya.

“Tahun 2018 ini Alhamdulillah kita dapat bantuan dari perusahaan dan bantuan tersebut kita pergunakan untuk pembangunan rumah ibadah,” terangnya.

Kedepan, melalui pemberitaan dimedia ini Suharto berharap bisa menggugah atau mengingatkan kembali pihak-pihak terkait, seperti halnya pemerintah kabupaten, Dinas PUPR Provinsi maupun Gubernur Bengkulu terkait proposal jembatan yang pernah beliau ajukan.

“Saya berharap bisa bertemu langsung dengan bapak Gubernur Bengkulu untuk berdiskusi langsung. Semoga berita ini bisa menjembatani sehingga Gubernur bersedia menerima kehadiran saya,” demikian Suharto. (Red)