Sekadau, beritalima.com – TNI melalui Kodam XII/Tanjungpura kerahkan ratusan personel dalam operasi pencarian dan berhasil evakuasi korban kecelakaan helikopter Airbus H130 nomor registrasi PK-CFX yang jatuh di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (17/4).
Personil TNI yang terlibat antara lain Poskotis Korem 121/Alambhana Wanawai, Yonif TP 833/BD, Yonif 642/Kps serta Kodim 1204/Sanggau, bergerak secara terpadu mendukung operasi SAR di medan hutan yang sulit dijangkau. Selain itu, TNI AU mendukung dengan mengerahkan satu unit helikopter Super Puma guna membantu mobilitas personel dan percepatan evakuasi.
Asops Kasdam XII/Tpr Kolonel Inf Ahmad Daud Harahap menyampaikan, “atas perintah Pangdam XII/Tpr serta hasil koordinasi dengan Tim SAR gabungan, jajaran telah diarahkan untuk membantu pelaksanaan pencarian secara maksimal.” Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil setelah tim dari Yonif TP 833/BD dipimpin Mayor Inf Ikhwan menemukan titik jatuh helikopter di perbukitan.
Proses evakuasi korban mulai Jumat dini hari pukul 00.04 WIB (17/4) dari titik lokasi di Bukit Puntak, Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau menuju posko Tim SAR gabungan di Gereja Katolik Santo Yohanes, Dusun Gandis.
Sebanyak delapan jenazah terdiri dari dua kru dan enam penumpang dievakuasi dengan kantong jenazah dari Basarnas dengan cara dipikul secara manual melewati medan hutan dan perbukitan sehingga memerlukan waktu cukup lama. Pada pukul 06.30 WIB, seluruh jenazah beserta barang dan perlengkapan (termasuk black box) tiba di posko dan dievakuasi menuju RS Bhayangkara Pontianak.
Membutuhkan waktu evakuasi kurang lebih 6,5 jam akibat kondisi geografis ekstrem serta keterbatasan akses kendaraan. Penyebab kecelakaan masih menunggu hasil investigasi resmi melalui analisis black box.
Jurnalis: dedy/abri








