Upacara Bendera 17an Rutinitas Yang di Gelar Kodim 0825 Banyuwangi

oleh -20 views

BANYUWANGI, beritalima.com – Kodim 0825 Banyuwangi melaksanakan upacara Bendera 17-an yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 17 Januari 2019 pukul 07.00 Wib bertempat di Lapangan Upacara Kodim 0825 Banyuwangi. Kegiatan upacara 17-san tersebut diikuti oleh seluruh Prajurit TNI dari Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Jajaran Kodim 0825 Banyuwangi, Kamis,17/01/2019

Dalam pelaksanaan Upacara 17-san yang berlangsung di Lapangan Upacara Makodim 0825 Banyuwangi tersebut selaku Inspektur Upacara Kasdim 0825 Banyuwangi Mayor Inf Herawady Karnawan dan Komandan Upacara Danramil 0825/02 Giri Kapten Kav Mathori.


Dalam sambutannya Kasdim 0825 Banyuwangi Mayor Inf Herawady Karnawan mewakili Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Inf Ruli Nuryanto saat membacakan amanat Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang intinya disampaikan di hadapan kepada seluruh peserta upacara yaitu,” Sebagai Prajurit Sapta Marga, marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada hari ini, di awal tahun 2019, kita dapat memulai tugas pengabdian dengan melaksanakan Upacara Bendera dalam keadaan sehat walafiat.
Masih dalam suasana Natal dan Tahun Baru, pada kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan Selamat Natal bagi saudarasaudara umat Kristiani. Semoga Natal membawa damai dan kebahagiaan.

Demikian juga kepada seluruh Prajurit, PNS TNI dan Keluarga Besar TNI di manapun berada dan bertugas, saya mengucapkan Selamat Tahun Baru 2019. Semoga di tahun ini, TNI menjadi lebih solid, memiliki semangat baru dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.

Para Prajurit TNI dan PNS TM yang saya cintaj dan saya banggakan,
Pada upacara bendera kali ini saya mengajak kita semua untuk melihat sejenak ke tahun 2018. Pada tahun 2018 itu kita mencatat berbagai peristiwa yang tidak hanya menjadi perhatian kita semua, tetapi juga menguji kesiapsiagaan dan kanampuan serta pengabdian TNI sebagai alat negara.

Pilkada serentak 2018 berhasil dilaksanakan dengan aman, lancar dan sukses. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari netralitas TNI dan sumbangsih pengamanan yang kita dilaksanakan. TNI memberikan bantuan pengamanan dengan menurunkan hampir 10.000 personel ditambah dengan 7.500 personel standby, lengkap dengan berbagai alutsista TNI.

Tahun 2018 juga menjadi pembuktian bahwa TNI mampu menyelenggarakan beberapa kegiatan berskala besar secara serentak.TNI melaksanakan
penanggulangan bencana gempa di Lombok serta gempa di Palu seraya juga mengamankan Asian Games ke-18 di Jakarta-Palembang dan pengamanan IMFWorld Bank annual meeting di Bali.

Selain itu untuk pertama kalinya TNI berhasil melaksanakan latihan gabungan dengan skenario 3 frouble spot yang berbeda Scaligus.
Laman puncak dalam bentuk Pasukan Pemukul Reaksi Cepat dengan skenario operasi militer secara serentak dilaksanakan di Morotai, Selaru dan Timika. Latihan
semacam ini diharapkan semakin meningkatkan interoperabilitas antar matra, termasuk dalam hal penggunaan alutsista.

SelanjutnyaTNI melaksanakan pengembangan organisasi dalam rangka mendukung Program Pemerintah. Divisi
3/Kostrad, Koarmada III, Koopsau III, dan Pasmar-3 dibentuk di wilayah timur Indonesia. Dengan demikian kekuatan pertahanan dan pembangunan nasional akan semakin merata serta mendukung kedaulatan negara.

Saya telah meresmikan Satuan TNI Terintegrasi di Natuna. Satuan tersebut merupakan satuan tri matra terpadu yang dapat melindungikedaulatandan
kepentingan nasional Indonesia, lengkap dengan segala fasilitas, termasuk untuk kapal perang, kapal selam, pesawat tempur, dan rudal modern. Kita juga terus melanjutkan pemenuhan kekuatan esensial yang dibutuhkan, diantaranya pembangunan kapal selam prodüksi dalam negeri.

TNI juga membantu dan mendukung Pemerintah dalam penanggulangan bencana kemanusiaan di Kabupaten Asmat, Papua dan suku Mausu Ane, Maluku. Dalam pencariandanpenyelamatan,kita
menurunkan pasukan dan alutsista dalam tugas SAR, termasuk evakuasi dan pencarian Lion Air JT-610. Selanjutnya TNI juga mengatasi kelompok bersenjata di Kabupaten Nduga, Papua, yang telah membunuh secara keji puluhan masyarakat
sipilyangsedang melaksanakan
pembangunan jembatan dan mengakibatkan gugurnya 1 orang prajurit TNI.

Pada misi perdamaian dunia, kita berhasil menempatkan diri pada posisi 7 dunia sebagai negara kontributor pasukan perdamaian PBB. Terdapat 8 misi PBB dimana prajurit TNI bertugas dalam berbagai posisi, termasuk diantaranya 75 orang Wanita TNI. Dengan demikian telah terdapat 41.810 personel TNI yang telah bertugas di bawah bendera PBB sejak tahun 1957.
Itulah sebagian kecil catatan yang perlu kita lihat sejenak.

Selain itü terdapat berbagai hal yang perlu menjadi bahan renungan dan kajian kita bersama. Kelebihan dan kekurangan yang ada hendaknya menjadi pelajaran dalam mengemban amanah yang dipercayakan kepada TNI. Tantangan di masa mendatang tidak lebih ringan. Spektrum ancaman semakin kompleks yang menuntut kerja keras dan komitmen TNI, serta seluruh komponen negeri ini.

Para Prajurit TNI dan PNS TNI yang saya cintai dan saya banggakan,
Sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional, TNI dinilai mampu menjadi perekat kemajemukan dalam menjaga kebhinnekaan. TNI bersama-sama segenap komponen bangsa harus melaksanakan tugas dengan tulus dan ikhlas dalam mewujudkan rasa aman dan tenteram di masyarakat.

Sinergi dengan berbagai kementrian dan lembaga, serta seluruh komponen bangsa harus dipelihara dan ditingkatkan, tidak sekedar menjadi selogan. Pesta Demokrasi 2019 merupakan even akbar nasional yang menjadi perhatian kita semua. Pemilihan legislatif dan pemilihan Presiden harus dapat berjalan dengan lancar, aman, damai, dan sukses. Stabilitas nasional harus tetap terjaga sebelum, selama, dan setelah pemilihan tersebut.

Netralitas TNI kembali harus kita tunjukkan. Oleh karenanya saya perintahkan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI untuk berpegang teguh pada pedoman netralitas yang telah saya canangkan. Jangan terpengaruh pada berbagai isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Pegang teguh rantai komando dan laporkan kepada komandan satuan bila menemui kendala.

Perkembangan situasi lainnya juga tetap menjadi bagian dari kewaspadaan kita semua. Kondisi regional dan global yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung, tidak boleh luput dari pengamatan dan antisipasi TNI. Ancaman terorisme, separatisme, radikalisme, serta berbagai ancaman kejahatan lintas negara harus dapat kita atasi. Demikian pula dengan kemungkinan terjadinya bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Kondisi geografis Indonesia memang mengharuskan kita memiliki kesadaran terhadap potensi dan penanggulangan bencana alam.
Itu semua terasa sangat berat manakala kita tidak menyadari betapa mulianya tugas yang kita emban. Sadarilah bahwa jerih payah para prajurit dan PNS TNI juga menjadi ibadah dihadapan Tuhan Yang Maha Kuasa. Selain itu dalam setiap pelaksanaan tugas pokoknya, TNI harus bersatu dan manunggal bersama rakyat. TNI adalah bagian dari rakyat, dan kemanunggalan TNI dan rakyat adalah marwah NKR! sejak negeri ini berdiri.

Demikian amanat saya pada Upacara Bendera tanggal 17 Januari 2019 ini. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, senantiasa melimpahkan bimbingan, petunjuk dan kekuatan kepada kita sekalian dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kita cintai bersama.

Setelah pelaksanaan Upacara 17-san tersebut selesai, para peserta Upacara yang terdiri dari Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Kodim 0825 Banyuwangi tersebut juga dilanjutkan dengan Sosialisasi layanan perbankan dan ke ASABRI an dari salah satu Bank yang dipusatkan di Aula Pangsar Sudirman Kodim 0825 Banyuwangi.(Abi/Pen25)