Wujudkan Kepedulian Kepada Trenggalek, Sri Sultan Hamengku Buwono X Gelar Muhibah Budaya DIY di Bumi Minak Sopal

  • Whatsapp

TRENGGALEK, beritalima.com –

Sebagai wujud kepedulian terhadap eksistensi Kabupaten Trenggalek, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyertakan muhibah budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat berkunjung ke bumi Minak Sopal. Kunjungan itu sendiri sebenarnya dalam rangka menghadiri puncak pagelaran muhibah budaya dari DIY untuk Kabupaten Trenggalek, Kamis (1/9/2022).

Kedatangan Sri Sultan yang juga Gubernur DIY tersebut disambut meriah oleh warga kota kripik tempe itu. Bahkan dengan antusias, masyarakat Trenggalek mengikuti kirab kerakyatan guna menghormati sultan. Menaiki kereta kuda, raja trah Mataram tersebut di kirab dari Perempatan Hotel Widyowati (jalan Soekarno – Hatta) menuju Pendopo Manggala Praja Nugraha.

Usai prosesi kirab, kepada awak media, Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin mengatakan jika kehadiran Sri Sultan sebenarnya lebih kepada bentuk penghargaan adanya hubungan historis dan kerja sama antar pemerintah daerah.

“Kehadiran beliau (Sri Sultan) sebagai bentuk bahwa terdapat hubungan historis maupun hubungan kerja antar Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta,” ungkapnya.

Ditambahkan pula oleh bupati muda itu, rencananya setelah mengikuti kirab, Sri Sultan juga akan menyempatkan hadir pada malam puncak muhibah budaya yang digelar di pendopo Trenggalek. “Di puncak acara itu, hasil dari workshop muhibah budaya yang telah diselenggarakan sebelumnya bakal dipentaskan,” ujar Gus Ipin panggilan akrab bupati Trenggalek.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek, Sunyoto menambahkan jika dalam acara (muhibah budaya) akan disuguhkan beberapa penampilan budaya dari DIY untuk Trenggalek. Diantaranya, pameran aneka kebudayaan DIY, workshop perfilman dan tarian khas Yogyakarta, konser mini orkestra, pentas macapat dan pagelaran wayang kulit.

“Akan ada pertunjukkan hasil karya workshop, ditambah beberapa acara suguhan dari DIY,” kata Sunyoto.

Kegiatan ini, imbuhnya, sebenarnya merupakan representasi dari wujud kerja sama budaya yang sudah lama terjalin antara Pemkab Trenggalek dan Pemerintah DIY. “Sudah pula beberapa kali kita mengirimkan perwakilan ke Yogyakarta, ketika menggelar beberapa kegiatan budaya. Pun demikian juga sebaliknya,” pungkasnya.(her)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait