Aksi TNI di Malang, Prokes Hingga Vaksinisasi

  • Whatsapp

Malang – Deretan kursi berjejer rapi dengan jarak teratur, disiapkan untuk warga. Kursi-kursi tersebut diatur bukan untuk acara selamatan, khitanan atau pernikahan.

Orang-orang berseragam hijau doreng bersiaga di lokasi itu, dan tak ada hubungannya dengan aktifitas perang melawan siapa atau dengan siapa, tapi mengatur jalannya acara, sekaligus menertibkannya.

Meja-meja ditata dengan jarak ideal mengikuti Prokes yang umum diberlakukan, dan depan maupun belakang meja, diletakkan kursi saling berhadapan untuk pelayanan kesehatan. Alur pelayanan ditentukan nomor urut sesuai absen yang tercantum, dari nama hingga tanda tangan.

“Yang ada (acara) di Malang ini, diadakan TNI bekerjasama dengan instansi terkait untuk vaksinisasi. Kerjasama ini terhubung dengan TMMD ke-112 di wilayah Kodim 0818”, tutur Kapten Chb Shodik dari Pendam V Brawijaya, saat meliput jalannya acara di Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, rabu (15/9/2021).

Pitoyo, warga setempat, berprofesi sebagai penjual sapi, mengaku terbantu dengan vaksinisasi itu. Profesinya menuntut ia selalu bepergian dan berinteraksi dengan beberapa orang.

Pelayanan kesehatan tersebut, dianggapnya membantu warga, lantaran dilakukan secara gratis alias tanpa dipungut biaya. Vaksinisasi tidak lepas upaya TNI meminimalisasi, sekaligus mencegah perkembangan covid-19, khususnya di Malang.

Ia berharap, vaksinisasi ini bisa membuatnya tidak perlu terlalu khawatir berinteraksi dengan siapapun. Sedangkan informasi vaksinisasi, diketahuinya dari Ketua RT yang mendatangi rumahnya.

“Ini (vaksinisasi) sangat membantu warga, kita tidak usah bayar, disini gratis. Kita datang, duduk, terus menunggu, lalu kita dilayani. Layanannya bagus, tidak rumit”, ungkapnya.

Perkembangan covid-19 di Malang, relatif bisa dikendalikan. Hal ini erat kaitannya dengan kesadaran warga Malang, khususnya di Ngantang, untuk tetap mematuhi Prokes yang diberlakukan.

Babinsa bersama Babinkamtibmas di desa-desa, berperan mendorong kesadaran warga untuk selalu menggunakan masker saat keluar rumah, guna meminimalisasi dan mencegah perkembangan covid-19.

Selain penggunaan masker, Babinsa dan Babinkamtibmas menghimbau warga untuk aktif cuci tangan sebelum maupun sesudah beraktifitas, sekaligus menjaga kebersihan diri sendiri.

Merespon animo warga, Sekcam Ngantang, Supriyanto, vaksinisasi tersebut bisa menimbulkan domino effect yang positif, khususnya di Ngantang.

Ia optimis, acara itu bisa bermanfaat bagi warga setempat, sekaligus mendukung Pemerintah, untuk meminimalisasi dan mencegah perkembangan covid-19.

“Warga antusias sekali hadir di tempat ini. Mereka kita persilahkan untuk duduk dulu, sabar menunggu layanan. Dipastikan semua warga mendapat layanan, karena ini memang disiapkan untuk warga”, jelasnya.

Didik, warga setempat, sehari-hari berprofesi sebagai petani jamur tiram, selalu menjual produk budidayanya di pasar. Ia memulai budidaya jamur tiram bersumber KUR dari Bank Mandiri.

Profesinya mengharuskan berinteraksi dengan lebih dari 1 orang dan direspon positif adanya vaksinisasi yang berstatus gratis alias tanpa dipungut biaya.

“Setiap hari saya selalu ke pasar, jual jamur tiram. Vaksin ini membantu saya mencegah covid-19. Pendapatan saya pas-pasan, kalau disuruh beli vaksin, masih dulu, tapi disini gratis, tidak dipungut biaya”, ungkapnya.

Budidaya jamur tiram sendiri, memiliki potensi mendongkrak ekonomi rumah tangga. Modal yang tidak terlalu besar dan tidak membutuhkan lahan luas, sudah bisa menghasilkan pendapatan keluarga.

Pertumbuhan jamur tiram tidak bisa diprediksi secara matematis, lantaran dipengaruhi cuaca dan suhu. Selain itu, besaran panen harian bisa naik turun, tergantung kemunculan jamur tiram, namun bila dihitung rentang 3 bulan, hasilnya relatif stabil.

Di Ngantang, jumlah petani jamur tiram kalah jauh dibanding peternak sapi perah atau kambing. Kendati kalah jauh, kondisi harga pasar relatif stabil dan memberikan kontribusi rutin bagi rumah tangga.

Sementara itu, Polsek Ngantang mendukung jalannya acara tersebut, dengan menurunkan personilnya di lokasi. Bersama Koramil Ngantang, pengamanan dilakukan di jalan masuk dan keluar pelayanan kesehatan.

Polsek Ngantang aktif bekerjasama dengan Koramil Ngantang, bahkan ketika kedua institusi memperingati hari specialnya, secara bergantian mendatangi atau didatangi. Ketika HUT TNI, anggota Polsek Ngantang mendatangi Makoramil Ngantang, sebaliknya saat HUT Bhayangkara, anggota Koramil Ngantang mendatangi Mapolsek Ngantang.

Mobil patroli disiagakan tidak jauh dari keberadaan pelayanan kesehatan, dan personil kepolisian menempati posisinya sejak awal, sebelum acara dimulai.

“Pengamanan kita lakukan bersama Koramil Ngantang, aturan Prokes kita laksanakan, warga masuk keluar ke pelayanan kesehatan dengan tertib. Personil kita turunkan sejak awal sebelum acara, jadi begitu acara dimulai, warga bisa ditertibkan, datang teratur, pulang teratur”, tutur Kapolsek Ngantang, Iptu Hanis Siswanto.

Hari, warga setempat, kesehariannya berprofesi sebagai penjual tahu keliling, ikut mendaftarkan diri untuk menerima vaksin. Profesinya mengharuskan ia berinteraksi dengan puluhan orang, sebagaimana umumnya hubungan pembeli dengan penjual.

Jangkauan penjualan tahunya di wilayah barat Ngantang atau meliputi 6 desa. Ia berangkat pagi hari dan pulang sore hari. Pendapatan hariannya tidak pasti, tergantung seberapa banyak pembeli.

Informasi vaksinisasi diketahuinya dari tetangganya, lalu ia mendaftarkan diri ke Ketua RT. Saat vaksinisasi, ia mengundurkan jadwal berjualan kelilingnya.

“Saya tetap kerja seperti biasa, cuma berangkatnya agak siang. Yang penting dapat vaksin dulu, lalu kerja. Vaksin tidak setiap hari ada, tapi kalau kerja bisa tarik mundur waktu”, katanya.

Tim medis menyiapkan segala peralatan dan perlengkapan, sebelum acara dimulai. Meja dan kursi ditata senyaman mungkin, ketika warga mendatangi tim medis.

Alur warga, dari datang, absen, duduk, pelayanan hingga pulang, diatur secara profesional. Posisi penempatannya menyesuaikan luas lokasi layanan kesehatan. Ketika layanan kesehatan dibuka, warga secara teratur satu persatu menerima vaksin.

Menurut dr. Cyntia, salah tim medis dari Puskesmas Ngantang, meski sudah divaksin, ​warga tetap menjalankan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

“Tetap, warga tetap menjalankan 3M sehari-harinya. 3M itu untuk pertahanan diri. Jadi warga yang sudah divaksin bukan berarti tidak lagi 3M, masih tetap 3M itu,” jelasnya.

Ketua RT 01 RW 01, Sutikno, mendukung warganya mendapat vaksin secara gratis pada acara yang diselenggarakan TNI tersebut. Ia secara sukarela mendata warga yang berkeinginan untuk menerima vaksin, dengan “door to door” di lingkungannya.

Menurutnya, apabila merujuk harga normal vaksin, dipastikan warga mendapat keuntungan, karena sama sekali tidak dipungut biaya. Selain itu, ia berharap warga memahami keuntungan itu, dengan hadir, sekaligus menerima vaksin.

“Kalau kita tahu harga sebenarnya vaksin, harganya mahal, tapi disini gratis, warga tidak dipungut biaya. Saya terima kasih sekali sama TNI yang datang disini, memberi vaksin kepada warga”, katanya.

Dalam undang-undang nomor 34 tahun 2004, dijelaskan tugas TNI diluar operasi perang, termasuk acara yang diadakan Kodim 0818 bersama instansi kesehatan.

Terkait pengambilan dokumentasi hingga publikasi yang dilakukan Pendam V Brawijaya, diharapkan bisa menjelaskan, sekaligus gambaran, apa yang dilakukan TNI kepada masyarakat luas, termasuk di Malang.

Selain di Malang, Pendam V Brawijaya juga meliput di Kodim-Kodim jajaran Kodam V Brawijaya lainnya. (dodik)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait