Berkenalan dengan Sosok Dr. Risman Pasaribu, SE, M.M

JAKARTA, beritalima.com- Memasuki kompleks Pascasarjana Universitas Indonesia sore itu disambut dengan hujan yang cukup deras meski tak lama hujan pun mereda. Siang itu Senin, (17//02/2020) bertempat di Gedung IASTH Lantai 3 Program Pascasarjana Universitas Indonesia Jalan Salemba Raya No.4, Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat tanpa tak disengaja kami bertemu dengan sosok yang murah senyum.

Siang itu pertemuan terjadi dalam acara Kuliah Umum dengan topik : “Strategi Percepatan Pembangunan Berkelanjutan Kalimantan Barat”. Hadir sebagai keynote speaker Gubernur Propinsi Kalimantan Barat H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., Mantan Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs, Didi Haryanto, S.H., M.H., Pangdam Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, dengan penanggap Dr. Simon Runturambi dan moderator Abdul Muta’ali, Ph.D.

Setelah mengulurkan tangan salam perkenalan maka kita mengatahui ia adalah seorang dosen yang bergelar lengkap Dr. Risman Pasaribu, S.E., M.M.. Dari logatnya pun kita mengetahui ia seorang batak bergelar doktor lingkungan di Universitas Indonesia,

Ternyata seorang Risman Pasaribu seorang yang cukup aktif, ternyata ia tahun lalu juga mengadu peruntungan untuk menjadi anggota legislatif di DPR RI. Ia menggunakan kendaraan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk Wilayah Sumut II. Meski ia belum berhasil ia tidak putus asa, dan kesehariannya pun disibukkan kembali berhadapan dengan para mahasiswanya.

Risman Pasaribu termasuk dosen yang mendedikasikan hidupnya sebagai tenaga dosen yang mengajar di mana-mana, di antaranya Universitas Nasional yang berada di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengampu mata kuliah Ekonomi dan juga mata kuliah Lingkungan.

Risman Pasaribu tertarik akan program-program untuk pengembangan di wilayah Sumatera Utara. Ia berpikir bagaimana memperbaiki lingkungan yang ada karena hutan sangat perlu diperhatikan khususnya dengan kondisi perhutanan di Sumatera Utara.

Baginya hutan begitu urgennya dan perlu disikapi dengan baik. Menurutnya, “Bagaimana membuat program di sana, menata lingkungan hutan yang ada di Sumatera Utara,” ungkapnya.

Ia menyatakan bahwa tentu ia akan bekerjasama dengan pemerintah kota/kabupaten dan juga propinsi/ Bersama-sama dengan pemerintah kabupaten kota dan propinsi memberikan pengamanan terhadap hutan di Sumatera Utara, tentu jika tidak kita perhatikan dan sikapi dengan baik maka kemungkinan akan banyak korban akibat banjir serta kerugian-kerugian baik secara moral dan material pasti tak terhindarkan.

Di samping program-program mengenai perhutanan di Sumatera Utara, ia juga ingin melihat ke depan lingkungan menjadi perhatian utama. Banyak aspek ekonomi yang dapat kita manfaatkan dari lingkungan. Oleh sebab itu jangan sampai lingkungan menjadi rusak, jika rusak maka perlu mendapatkan perbaikan kembali.

Pandangan Risman Pasaribu dengan rencana pemindahan ibukota di Kalimantan, “Saya setuju saja, kita harus optimis melakukan perubahan yang penting jangan sampai merugikan ekonomi rakyat. Dengan perpindahan ibukota itu merupakan wujud agar ekonomi masyarakat lebih baik,” tandasnya

Pemindahan ibukota ini menurutnya memang sudah lama direncanakan sejak zaman Presiden Sukarno, hanya di masa Presiden Joko Widodo inilah rencana tersebut direalisasikan. Titik pusat ibukota baru merupakan titik khatuliswa negara kita, maka tentu pemilihan menjadi sangat penting karena di sentral negara kita tambahnya lagi.

Lebih lanjut Risman Pasaribu menegaskan, “Infrastruktur dan SDM harus dipersiapkan untuk pemindahan ibukota negara tersebut, tentunya termasuk juga pembiayaannya. Kita harus berubah, perubahan itu demi kebaikan kita untuk kemajuan di masa depan bangsa dan negara,” imbuhnya.

Percepatan strategis pembangunan Kalimantan Barat yang berkelanjutan ini sangat kita harapkan, tentu di dalamnya perlu mendapat perhatian serius bagaimana kerjasama antara pemerintah kabupaten, pemerintah propinsi dan pemerintah pusat. Harus dibuat program-program studi yang strategis, yang utama, baik yang berhubungan dengan pemerintah pusat maupun daerah katanya lebih lanjut.

Dengan sinergi pusat dan daerah, propinsi dan kabupaten perlu dilakukan program-program strategis yang berkelanjutan dengan pembangunan di sana. Dengan keberadaan kuliah umum ini kita mengharapkan mendapatkan solusi untuk pembanguna berkelanjutan di Kalimantan Barat. Hasil Kuliah Umum/ ini harus kita sampaikan kepada pemerintah agar terjadi sinergitas pemerintah pusat dan daerah. Jika pemerintah pusat sudah memiliki program yang utama dan demikian juga yang di daerah maka tinggal disinergikan. Kiranya dengan program otonomi daerah ini daerah dapat maju katanya lagi dengan senyum penuh pengharapan.

Risman Pasaribu dipilih sebagai pengurus ILUNI yakni Ketua Bidang Otonomi daerah dan Pemerintahan memanglah tepat karena ia pernah berpengalaman di Departemen Dalam Negeri RI kala itu menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat Fasilitasi Pendidikan Politik dan juga menjabat Kepala Sub Direktorat Kapasitas di Direktorat Penanganan Konflik Kesbangpol Kemendagri. Di samping itu juga ia berpengalaman sebagai Plt Direktur Direktorat Penanganan Konflik Kesbangpol Kemendagri. Pengalaman-pengalaman itulah membuat ia dipercaya sebagai pengurus ILUNI.

Risman Pasaribu memiliki putra 3 hasil pernikahannya dengan Masnur Tanjung PNS di RS Persahabatan, Jakarta. Anak pertamanya Akmalansyah Putra Pratama alumni YAI Psikologi, yang membuka lembaga pelayanan Psikologi. Anak kedua Shintia Marani Notaris jebolan Universitas Pajajaran dan juga akan membuka praktik sendiri.Sementara anak ketiga bernama Muhammad Irvan seorang Ketua Senat di kampusnya Universitas Brawijaya program jurusan FISIP dan berencana setelah lulus akan melanjutkan Program Pascasarjana di Universitas Indonesia, Jakarta.

Buah tidak jauh dari pohonnya. Demikian pula anak-anak dari Risman Pasaribu. Ketekunan dan keteladanan Risman sebagai seorang ayah yang ditampilkan mendapat respons anak-anak menyelesaikan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Risman Pasaribu telah menuntaskan tugas tanggung jawab menghantarkan anak-anak agar berguna bagi kehidupan ini dan berguna bagi masyarakat, agama, bangsa dan negara. Kiranya ini menjadi teladan bagi kita semua. Semoga! (Johan S).