Jakarta, beritalima.com|- Diplomasi kebudayaan Menjadi sarana efektif negara dalam memperkenalkan berbagai kebijakannya di pentas internasional.
Hal ini diutarakan aktor senior sekaligus mantan Wakil Gubernur Jawa Barat (2013-2018) Dr. H. Deddy Mizwar, S.Sn., S.E., M.I.Pol., saat berbicara dalam diskusi publik di Fisip Universitas Jayabaya, Jakarta (13/5).
Diskusi bertema “Pengelolaan Negara dalam Perspektif Kebudayaan” ini, sengaja mengundang Dedi Mizwar untuk berbagai pengalaman dan ilmunya dalam melihat peran kebudayaan pada tata kelola pemerintahan.
“Nilai nilai kebudayaan dapat menjadi sarana diplomasi kebudayaan menciptakan kekaguman bangsa-bangsa lain di dunia pada Indonesia. Nilai-nilai kebudayaan ini dapat menjadi sarana untuk mencapai Indonesia Emas di tahun 2045,” ujar Deddy Mizwar
Dalan diskusi yang dimoderatori Drm Ngudi Astuti M.Si (dosen Universitas Jayabaya), Deddy Mizwar memberikan contoh peran film yang menjadi sarana strategis promosi negara.
Di era media sosial dan digital saat ini, ujar Deddy Mizwar, unsur kebudayaan memainkan peranan penting sebagai sarana diplomasi. Industri kebudayaan juga menjadi peluang bagi anak-anak muda yang kreatif, karena potensi industri kebudayaan sangat besar dengan latar keberagaman budaya Indonesia.
Jadi, kehadiran film bernuansa kebudayaan di Indonesia, perlu lebih banyak hadir untuk menjadi jembatan promosi kekayaan bangsa. Ini menjadi pekerja rumah besar tak hanya bagi pegiat film, tapi juga bagi para pemimpin, elit politik, untuk turut serta terlibat aktif menjadikan kekayaan kebudayaan sebagai sarana diplomasi.
Jurnalis: rendy/abri








