Jakarta, beritalima.com|- Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI ingatkan Rumah Sakit (RS) Siloam Bogor (Jawa Barat) tidak boleh kehilangan sisi kemanusiaannya dalam pelayanannya di tengah modernisasi disamping tetap dengan orientasi bisnisnya.
Melalui Program Jaminan Kesehatan Utama (Jamkestama) yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2014 dan dijalankan oleh PT Asuransi Jasindo sejak 2014, BURT DPR RI memastikan pelayanan kesehatan bagi anggota dewan dan keluarganya berjalan optimal.
Anggota BURT DPR RI Irma Suryani mengatakan, RS harus menempatkan empati dan pelayanan humanis sebagai prioritas utama, bukan semata mengejar keuntungan.
“Pelayanan harus prima. Sarana prasarana, dokter, obat-obatan harus lengkap. Tapi yang paling penting adalah humanis, ramah, dan pelayanan dari hati ke hati,” ujar Irma di RS Siloam Bogor (11/5).
Pernyataan tersebut menjadi kritik tersirat terhadap fenomena pelayanan kesehatan yang kerap dikeluhkan masyarakat: antrean panjang, komunikasi yang kurang empatik, hingga biaya pengobatan yang dinilai semakin memberatkan.
Menurut Irma, pasien yang datang ke RS berada dalam kondisi rentan, sehingga pendekatan pelayanan yang buruk justru dapat memperburuk kondisi psikologis mereka.
“Jangan sampai orang sakit dilayani dengan tidak baik. Bukannya sehat, tetapi justru menimbulkan sakit-sakit yang lain,” katanya.
BURT DPR RI juga menyoroti pentingnya keberadaan PIC atau penanggung jawab khusus bagi anggota DPR RI yang menjalani pengobatan agar proses layanan berjalan lebih cepat, nyaman, dan terkoordinasi.
Di sisi lain, BURT apresiasi sejumlah fasilitas unggulan dimiliki RS Siloam Bogor, terutama layanan sport clinic dan penanganan cedera olahraga. Menurut Irma, meningkatnya tren olahraga di masyarakat harus diimbangi dengan kesiapan fasilitas kesehatan yang memadai.
Sementara Executive Director RS Siloam Bogor, Eric R. Hilman menegaskan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan status ekonomi pasien.
“Kami melayani semua level masyarakat. Lebih dari separuh layanan kami juga untuk pasien BPJS. Dengan dukungan pemerintah dan skala pelayanan yang besar, kami yakin dapat memberikan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat,” jelas Eric.
Ia mengungkapkan, RS Siloam Bogor saat ini memiliki sekitar 90 dokter spesialis dan 9 subspesialis dengan kapasitas 100 tempat tidur. Rumah sakit yang berdiri sejak 2017 itu juga terus mengembangkan layanan berbasis teknologi modern.
Salah satu inovasi yang kini menjadi perhatian ialah penggunaan teknologi robotik Da Vinci untuk transplantasi hati donor, yang diklaim mampu memperkecil luka operasi dan mempercepat pemulihan pasien. Selain itu, rumah sakit tersebut tengah mempersiapkan sport clinic khusus bagi atlet maupun masyarakat umum.
Jurnalis: rendy/abri








