Hadap Presiden, Tokoh Aceh Bicarakan Implentasi MoU Helsinki

oleh -598 views

JAKARTA, beritalima.com | Beberapa tokoh Aceh dengan didampingi Wali Nanggroe Aceh, Tengku Mahmud Malik Al-Haytar, menemui Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Kamis (13/2), kemarin.

Kedatangan mereka, untuk membicarakan implementasi MoU Helsinki yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005 antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang belum tuntas dilaksanakan.

Dalam hal ini, Yanes Y Frans, mendukung sepenuhnya niat Presiden Jokowi untuk lmenuntaskan masalah implementasi MoU Helsinki .


“Kalau saya sudah resmi berkantor di Bina Graha sebagai Wakil Kepala KSP dalam beberapa hari ke depan, saya akan menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi untuk menuntaskan implementasi MoU Helsinki,” kata Yanes Y Frans, Jum’at (14/2) kemarin.

Menurutnya, implementasi butir-butir kesepakatan perdamaian yang tertuang dalam MoU Helsinki,merupakan kunci stabilitas politik dan keamanan di Bumi Serambi Mekkah secara komprehensif.

Ia menduga, keterlambatan implementasi butir-butir MoU Helsinki bukan karena Presiden Jokowi sengaja melakukannya, tapi karena kesalahan pemahaman orang-orang terdekat Presiden Jokowi dalam memberikan masukan.

“Saya dengan didukung tim kerja yang solid telah menyiapkan roadmap penyelesaian masalah implementasi butir-butir MoU Helsinki secara menyeluruh dengan tetap mengacu pada kepentingan kedaulatan NKRI. Sehingga kehadiran saya di KSP secara tepat merealisasikan niat baik Presiden Jokowi kepada rakyat Aceh,” ucapnya.

Seharusnya, masalah implementasi MoU Helsinki tidak seharusnya berlarut-larut. Yanes menegaskan bahwa kehadiran dirinya di lingkungan istana akan memastikan bahwa semua instruksi Presiden termasuk masalah Aceh dapat dilaksanakan dengan cepat sesuai dengan arahan Presiden Jokowi.

Untuk diketahui , Yanes Y Frans yang dijuluki oleh para pendukung sebagai “Singa Tua”, merupakan pendukung Jokowi yang gigih sejak tahun 2012 sampai Pilpres 2019 telah ditunjuk oleh Presiden Jokowi untuk menjadi Wakil Kepala KSP.

Namun karena beberapa keterlambatan proses administrasi di Sekretariat Negara, proses pengangkatan Yanes sebagai Wakil Kepala KSP sampai saat ini belum dituntaskan. (Red).