Ketua Pendopo Semar Nusantara Murka! Penjarah Kayu Jati Disebut Merusak Warisan Leluhur dan Mengundang Petaka Alam

  • Whatsapp

BANYUWANGI,Beritalima.com – Dugaan penjarahan kayu jati di kawasan hutan Perhutani BKPH Curahjati, Desa Sumbersari, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, menuai perhatian dari Ketua Pendopo Semar Nusantara, Uny Saputra. Rabo (13/05/2029)

Dalam keterangannya, Uny menegaskan bahwa menjaga hutan dan pohon bukan sekadar persoalan aturan hukum, melainkan bagian dari budaya serta warisan adat leluhur masyarakat Nusantara.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, sejak dahulu masyarakat Jawa diajarkan untuk hidup selaras dengan alam. Pohon dan hutan dianggap sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga, bukan dijarah demi kepentingan pribadi.

“Dalam budaya dan adat istiadat leluhur kita, alam semesta itu harus dijaga keseimbangannya. Pohon bukan hanya kayu, tetapi bagian dari kehidupan manusia. Kalau hutan rusak, maka keseimbangan alam juga ikut rusak,” ujar Uny Saputra.

Ia menilai tindakan menjarah maupun mencuri kayu jati merupakan bentuk perusakan lingkungan yang dapat berdampak luas bagi masyarakat, mulai dari bencana alam hingga rusaknya ekosistem hutan.

“Menjarah kayu jati itu bukan hanya merugikan negara, tetapi juga merusak alam semesta. Dampaknya bisa banjir, longsor, kekeringan dan rusaknya kehidupan satwa di hutan,” tegasnya.

Uny juga mengingatkan bahwa tindakan pencurian kayu memiliki konsekuensi hukum yang berat. Ia menyebut pelaku perusakan hutan dapat dijerat Undang-Undang tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan serta pasal pencurian dalam KUHP.

“Sudah jelas ada aturan hukumnya. Pelaku penebangan liar maupun pencurian kayu bisa diproses pidana karena itu termasuk perusakan hutan dan merugikan lingkungan,” tambahnya.

Ia berharap kejadian dugaan penjarahan kayu jati di wilayah Purwoharjo menjadi pelajaran bersama agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kelestarian hutan demi generasi mendatang.

“Kalau alam dijaga, alam juga akan menjaga manusia. Tapi kalau alam dirusak, suatu saat manusia sendiri yang akan menerima akibatnya,” pungkas Uny. (Rony//B5)

beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait