Matsuani; Warga Kepulauan Kangean Butuh Lapangan Pekerjaan

  • Whatsapp
Pelatihan keterampilan servis sepeda motor kepada masyarakat di arjasa.

Sumenep, beritaLima – Lapangan pekerjaan di kepulauan kangean adalah bagian penting bagi para pencari kerja untuk mendapatkan rejeki dan menghidupi keluarganya.

Hal tersebut disampaikan Matsuani, pemuda warga asal Kepulauan Kangean yang merasakan suka duka sebagai warga kepulauan yang dianggap jauh dari jangkauan.

Menurut Matsuani, Warga kangean mayoritas kerja di luar negeri karena di kepulauan kangean tidak ada lapangan pekerjaan dari pemerintah semacam UMKM, peternakan, pabrik mebel, pabrik pupuk, pabrik perikanan, pabrik produksi lainnya sehingga warga kangean lebih memilih keluar negeri untuk bekerja.

Ini adalah salah satu persoalan masyarakat kepulauan agar diberi solusi oleh pemerintah untuk membuka lapangan kerja yang cukup.

Jika pemerintah tidak mau memberi dan tidak membuka lapangan kerja secara langsung maka setidaknya pemerintah memberikn solusi untuk mewadahi UMKM dikepulauan kangean.
Agar warga kangean juga mampu mengelola UMKM secara profesional dengan cara memberi bantuan seperti pelatihan keterampilan berwirausaha untuk mengurangi pengangguran.

“Kalau pengangguran dikepulauan dibiarkan, ini menandakan bahwa pemerintah tidak berkeadilan dalam memberikan pelayanan terhadap rakyatnya”, ucap Matsuani tegas.
Menurut Matsuani, Kebanyakan orang kangean berani meninggalkan anaknya bertahun-tahun di kampung demi bekerja di Malaysia dan negara lainnya sehingga anakpun menjadi.korban karena butuh kasih sayang dari orang tua serta lepas dari pengawasan orang tua.

“Warga kangean seperti tidak punya pemerintah karena masyarakat kepulauan dibiarkan saja dalam semua persoalan mendasar lebih utama adalah persoalan lapangan pekerjaan”, jelas pemuda kepulauan ini.

Harapan kami kepada pemerintah secepatnya untuk membahas kebutuhan masyarakat, mendata pengangguran serta memberi solusi mengenai persoalan pengangguran secara terstruktur melalui manajemen super mantap. Harap Matsuani.
(An)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *