Pemikir Indonesia Miliki Kemampuan Intelektual Sejajar dengan Filsuf Internasional

  • Whatsapp
Diskusi Praksis ke-19 bersama Prof Al Makin (paling kanan). Pemikir Indonesia miliki kemampuan intelektual sejajar dengan filsuf internasional (foto: praksis)

Jakarta, beritalima.com|- Dalam perjalanan sejarah nusantara, para pemikir Indonesia telah banyak memberikan kontribusi penting dan miliki kemempuan intelektual sejajar dengan filsuf internasional. Hal ini menjadi bahasan penting Diskusi Praksis ke-19 di Jakarta (24/4), membedah sekaligus menghadirkan buku karya Profesor AI Makin, bertema Para Pemikir Nusantara Dalam Sejarah Perdebatan Filsafat Dunia.

Sebut saja di Tanah Air ada pemikir seperti Ki Ronggo Warsito, Ki Hajar Dewantara, Nikolaus Driyarkara, Tan Malaka, Daniel Dakidae, Nurcholish Madjid, dan masih banyak lagi. Nah, di buku Prof Al Makin setebal 500an halaman dengan judul “Dari Athena sampai Nusantara: Pengantar Filsafat Dunia tentang Manusia, Nalar, Agama dan Kekuasaan” terbit pada awal 2026, bisa dikatakan sebagai ladang pengetahuan yang menarik untuk masyarakat yang ingin memahami sejarah peradaban dunia, termasuk di Indonesia.

Dalam diskusi di forum Praksis, dibahas salah satu isi buku yang meneropong kelahiran dan evolusi pemikiran filsafat di berbagai peradaban dunia, dengan membahas tema-tema kunci seperti kemanusiaan, akal, kekuasaan, dan agama. Sehingga, pembaca akan memahami beragam tradisi, mulai Yunani, Romawi, filsafat Timur (seperti Cina, India, Jepang, dan lainnya), dunia Islam, Pencerahan Eropa, Revolusi Industri, hingga respons filsafat terhadap sejarah bangsa-bangsa pasca Perang Dunia II.

Yang menjadi ciri khas buku ini adalah, setiap pembahasan filsafat dari berbagai era dan kawasan dilihat dari sudut pandang dan kacamata ala Indonesia. Buku ini menegaskan manusia Indonesia mempunyai pengalaman historis dan sudut pandang budaya yang unik dalam perdebatan mereka dengan arus filsafat dan pemikiran dunia.

Pada akhirnya, buku karya mantan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga ini (2020-2024) menekankan peran Indonesia sebagai adalah bagian penting dari peta intelektual global, bukan sekadar pengamat pinggiran atau tidak berhubungan sama sekali.

Dan yang tak kalah pentingnya, Prof Al Makin menyebut dalam bukunya Dari Athena hingga Nusantara, para pemikir Indonesia menduduki tempat sejajar dalam debat filsafat dunia tentang  pengetahuan, kemanusiaan, agama, dan kekuasaan.

Karya buku lainnya dari Guru Besar UIN Sunan Kalijaga, dosen, akademisi, pelukis, dan ahli sosiologi agama Indonesia ini antara lain: Haji Ibadah Haji Ilmiah Mencari Makna Antar Imam Tentang Tawaf, Sai, Jamarat dan Tempat-Tempat Suci (2023), Membela yang Lemah demi Bangsa dan Ilmu, Keragaman, Minoritas, Khilafah, Kapitalisme Agama, dan Mazhab Yogya (2019), Plurality, Theology, Patriotism: Critical Insights into Indonesia and Islam. Yogyakarta and Geneva, Switzerland: Suka Press and Globe Ethics (2017), Challenging Islamic Orthodoxy, the Accounts of Lia Eden and Other Prophets in Indonesia. Dordrecht: Springer (2016).

Jurnalis: abri/dedy

beritalima.com
beritalima.com

Pos terkait