Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Bupati: Tokoh PKI 1948 Bukan Orang Madiun

  • Whatsapp

MADIUN, beritalima.com- Pemerintah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menggelar upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila, di Monumen Kresek, dengan Irup Bupati, H. Ahmad Dawami, Sabtu 1 Oktober 2022.

Hal ini sebagai bentuk pengingat bagi semua, terutama generasi penerus, bahwa pada masa lalu di monumen ini terjadi peristiwa memilukan yang dilakukan PKI 1948.

Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami, mengatakan, tokoh PKI yang melakukan pemberontakan adalah Amir Syarifudin dan Muso yang notabene bukan orang Madiun.

“Pada 17 September 1948 silam, dari Magetan hingga Blora dibuat kacau oleh PKI. Kemudian 18 September 1948 di Madiun dideklarasikan Republik Soviet Madiun. Mendengar hal itu, masyarakat bersama pasukan Siliwangi, langsung bergerak,” ungkap H. Ahmad Dawami.

“Jadi dari hasil rapat mereka memposisikan Madiun sebagai pusat aksi mereka. Dan sepenggal sejarah ini sudah sering disampaikan dalam edukasi agar pemahamannya sama. Jadi tidak ada tokoh PKI dari Madiun. Justru tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat Madiun jadi korban kekejaman PKI,” tandasnya.

Untuk itu, bupati terus berjuang menghilangkan stigma yang menyebut masyarakat Madiun terlibat PKI. Diantaranya dengan cara membangunan beberapa situs sejarah di Kabupaten Madiun. (Dibyo).

H. Ahmad Dawami (kanan) atas.

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait