Tawuran Antar 2 Desa di Kepulauan Sula, Satu Orang Meninggal Dunia

  • Whatsapp

AKBP Cahyo Widyatmoko, S.H., S.I.K., M.H Kapolres Kepulauan Sula
KEPULAUAN SULA,beritaLima,com| Dua kelompok pemuda Desa Fatce dan Desa Mangon, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara terlibat tawuran. Akibat tawuran ini satu warga Desa Mangon meninggal dunia.

Korban yang meninggal dunia atas nama Sarmin Papalia (35). Sebelum meninggal dunia, korban sempat dirawat pada Sabtu 21 Mei 2022 dan mengembuskan nafas terakhir di RSUD Sanana pada Minggu 22 Mei 2022 kemarin.

Penyebab meninggalnya Sarmin diduga akibat dikeroyok sejumlah pemuda dari Desa Fatci pada Sabtu 21Mei 2022.

Pihak keluarga korban Lamuhu Kaimudin (59) medesak aparat kepolisian Polres Kepulauan Sula agar segera menahan pelaku pengeroyokan, kalau tidak ditahan, maka akan menimbulkan masaalah baru, “kata Lamuhu.

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Sula AKBP Cahyo Widyatmoko saat diwawancarai awak media, Senin (23/5), mengungkapkan perkelahian antar pemuda Desa Fatce dan Desa Mangon itu terjadi pada Sabtu hingga Minggu.

Cahyo menuturkan, kronologi terjadinya tawuran tersebut berawal saat sekelompok pemuda Fatcei melintas di Desa Mangon pada Sabtu 21 Mei 2022 sekitara Pukul 19.00 Wit

Menurut Cahyo, pemuda-pemuda Desa Fatcei itu hendak kembali usai menyaksikan pertandingan sepak bola yang diselenggarakan mahasiswa STAI Babbusalam Sula di Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara, “Di Desa Mangon, para pemuda ini mengaku dilempari batu.

“Tapi fakta pemuda Desa Fatce ini dilempari itu belum kami ungkapkan, tapi nanti Reskrim akan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi untuk mengetahui kebenarannya,” ujar Cahyo.

Sementara itu, kata Cahyo, Polres Sula sudah memeriksa beberapa saksi terkait kronologi meninggalnya warga Desa Mangon tersebut.

“Sudah ada tiga saksi yang diperiksa, mudah-mudahan semuanya kooperatif dan terduga yang melakukan kekerasan bisa terungkap,” terang Cahyo

Selain itu juga, ia menambahkan, warga Desa Mangon juga berharap ada jaminan terkait keselamatan warga saat melakukan aktivitas di luar maupun saat melintas di Desa Fatce.

Tak hanya meminta jaminan keselamatan, warga juga meminta Polres Sula segera mengamankan para terduga pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap warga Desa Mangon hingga meninggal dunia.

“Kita juga sudah bertemu dengan tokoh pemuda, masyarakat dan imam Desa Mangon untuk membicarakan persoalan ini, mereka juga minta jaminan keselamatan dan meminta Polres segera amankan para terduga pelaku yang terlibat pengeroyokan terhadap korban meninggal,” tandas Cahyo. [dn]

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait