beritalima.com

Tinjau Banjir, Gus Ipul Pastikan Pemprov Siapkan Bantuan Kedaruratan Bencana

  • Whatsapp

Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf memastikan, bahwa Pemprov Jatim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah menyiapakan bantuan kedaruratan bencana. Bentuk bantuan mulai dari menyiapkan kebutuhan masyarakat mulai dari makanan dan minuman, kebutuhan sehari-hari hingga menyiapkan dapur umum sampai pada lokasi evakuasi.

beritalima.com

Hal tersebut disampaikannya saat menjawab media pada saat melakukan kunjungan kerja meninjau banjir dengan genangan air mencapai sekitar 60 cm di Raya Trosobo Kab. Sidoarjo, Senin (10/10).

Ia menjelaskan jika terjadi bencana di Jatim, BPBD selalu berpedoman pada Standart Operasional Prosedur (SOP) penanganan kedaruratan yang dipimpin oleh Kepolisian dan TNI. Sementara BPBD beserta relawan bergabung menjadi satu termasuk Tim SAR di dalamnya. Jika tahapan kedaruratan selesai, maka langkah selanjutnya adalah fokus pada tahap rehabilitasi dan rekontruksi.

Khusus banjir yang terjadi di Trosobo, Gus Ipul sapaan akrabnya menyoroti bahwa banjir disebabkan oleh adanya penyempitan aliran sungai sekitar area bawah jembatan fly over tol. Adanya rel kereta api juga mempengaruhi aliran air ke sungai.

“Langkah tercepat yang akan dilakukan oleh pemerintah yakni menambah pompa untuk mengurangi genangan air. Pada dasarnya, semua kerawanan bencana yang terjadi bisa di antisipasi oleh manusia, kecuali gempa. Sedangkan, bencana yang disebabkan oleh banjir hingga tanah longsor bisa di deteksi menggunakan teknologi,” ujarnya

Menurutnya, banjir maupun genangan air yang menggenang di wilayah trosobo Sidoarjo ini yang harus berada di depan adalah pemerintah kabupaten. Pemkab Sidoarjo harus mencari upaya komperhensif dengan menghitung adanya dampak lingkungan seperti banjir dan lain sebagainya sebelum membangun permukiman, tempat industri hingga kawasan lain-lain,” ungkapnya.

Gus Ipul berharap, sebelum membangun kawasan pemukiman terlebih dahulu untuk membenahi masalah di daerah hulu hingga hilir. Pemkab harus menghitung kemungkinan maupun dampak yang terjadi di hulu hingga masalah yang timbul hingga hilir sebelum membangun pemukiman.

Dihadapan, media Gus Ipul mengaku bahwa pertumbuhan hunian di Sidoarjo tumbuh secara pesat. Kondisi tersebut sangat disadari, karena masyarakat menjadikan Sidoarjo sebagai tempat tinggal sekaligus tempat usaha, disamping susahnya lahan pemukiman penduduk di Surabaya.

“Perkembangan hunian di  Sidoarjo telah berkembang secara cepat. Ketika kawasan Surabaya sudah sesak dan penuh maka masyarakat akan mencari pemukinan di sidoajo karena dekat dengan surabaya. Kondisi itu menyebabkan orang yang bekerja di surabaya banyak yang berdomisilik di sidoarjo,” pungkasnya  (^^).

 

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *