Tusuk Begal Hingga Tewas Dengan Alasan Membela Diri, ZA Tetap Diadili

oleh -75 views

MALANG, beritaliwma.com- ZA (18) kelas 3 SMA di Malang, Jawa Timur, harus duduk di kursi persidangan karena menganiaya begal dengan alasan membela diri.

Saat itu, ia sedang membonceng teman perempuannya, VN. Namun kemudian dibegal oleh korban dan dipaksa untuk menepi ke area perkebunan tebu yang sepi. Di tempat sepi itu, kunci motornya dirampas, handphone keduanya juga disikat. Datang lagi dua orang berboncengan. Yang satu mengambil alih motor yang dipakai dua pembegal pertama lantas pergi menjauh. Total pelaku empat orang.

Dua pelaku yang masih ada di tempat, Misnan dan Mat, sebelumnya Polres Kabupaten Malang telah menerima setidaknya lima pengaduan dalam kasus pembegalan yang melibatkan mereka. Setelah Mat merampas kunci motor dan HP kedua remaja itu, Misnan rupanya punya ide yang lebih jahat lagi. Tertarik melihat kecantikan VN, dia ingin memperkosa gadis itu.


Ide itu tertahan karena Misnan menerima telepon dari dua kawan mereka yang menunggu di kejauhan. Selesai menerima telepon Misnan lantas berbisik-bisik dengan Mat. Posisi mereka yang membelakangi kedua korbannya dimanfaatkan oleh ZA untuk diam-diam mendekati motornya, sejenis matic yang tidak butuh kunci untuk membuka joknya. Di dalam jok itu terdapat pisau yang dia gunakan untuk mengerjakan tugas keterampilan di sekolah.

Setelah mengambil pisau itu dari dalam jok, ZA mundur selangkah sambil menyembunyikan pisau kecil itu di balik genggaman tangan kanannya. Sedangkan VN yang makin ketakutan memeluk erat lengan kiri ZA. Kemudian Misnan dan Mat kembali mendekati mereka. Kedua begal itu kembali memaksa ZA agar menyerahkan VN kepada mereka.

“Sini biar kupakai sebentar cewekmu itu. Paling cuma tiga menit saja. Setelah itu dipakai buat berjalan sebentar saja pasti vaginanya akan kembali rapat,” ucap ZA, menirukan kata kata salah satu kawanan begal.

Mendengar kalimat tersebut, ZA marah. Remaja itu akhirnya melawan dengan pisaunya. Hujaman pertama menancap tepat di tengah dada Misnan. Panik mendapati korbannya ternyata mampu melukainya, Misnan lari menyelamatkan diri ke dalam rerimbunan tebu. ZA kemudian beralih memburu Mat. Ia lari ke arah yang berbeda dengan Misnan. ZA berusaha mengejarnya tapi gagal.

Tanpa kunci motor, terpaksa ZA dan VN menuntun motornya menuju pemukiman terdekat untuk minta bantuan. Tapi esok harinya, Misnan ditemukan tak bernyawa di tengah kebun tebu.

Namun ZA tetap menjalani penyidikan di kepolisian sejak September 2019. Ketiga begal pun bisa dengan cepat dibekuk polisi. Kasusnya sempat viral tapi akhirnya lambat laun mereda. Banyak yang menduga kasusnya dihentikan karena dimaklumi pembunuhan ini terjadi karena usaha membela diri. Tapi beberapa hari belakangan ini kasus tersebut mencuat kembali. Karena berkas kasus ZA benar-benar diajukan ke pengadilan. Jaksa menuntutnya dengan pasal berlapis.Senin (20/1), sidang akan dilanjutkan.

Terkait hal tersebut, ZA mendapat dukungan moral dari Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). (*)