beritalima.com

Ketua MPR Harapkan Kerjasama Indonesia-Ceko Meningkat di Ber

  • Whatsapp

JAKARTA, Beritalima.com– Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mengharapkan kerja sama Indonesia dengan Republik Ceko dapat ditingkatkan dalam berbagai bidang termasuk berinvitasi disejumlah daerah di Indonesia.

beritalima.com

Hal tersebut dikatakan Zulkifli usai menerima kunjungan kehormatan Senat Republik Ceko yang dipimpin Milan Stech di Ruang Delegasi Gedung Nusantara V Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (17/9).
“Terima kasih atas kunjungan yang mulia, semoga menjadi kunjungan yang menyenangkan,” kata Zulkifli didampingi Wakil Ketua MPR, EE Mangindaan (Demokrat), Hidayat Nur Wahid (PKS) dan sejumlah anggota Fraksi MPR RI dan Sekjen MPR RI, Ma’ruf Cahyono. Sedangkan bersama Milan ikut enam senator dan 19 pengusaha.

Dalam pertemuan, Ketua MPR mengungkapkan hubungan kedua negara telah berjalan selama 25 tahun dan selama ini berjalan dengan baik. “Kami yakini kunjungan Yang Mulia akan memperkuat hubungan tidak hanya antar parlemen namun juga antar pemerintah dan masyarakat,” Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN).

Kepada Milan, wakil rakyat dari Dapil Provinsi Lampung ini memberitahukan di MPR ada 10 fraksi dan satu kelompok DPD. “Mereka yang mampu lolos dalam Pemilu. Anggota MPR terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD.”

Diungkapkan, 1998 di Indonesia terjadi reformasi. Dalam era reformasi terjadi amandemen UUD Tahun 1945. Akibatnya ada perubahan UUD. Saat dilakukan amandemen terjadi membawa perubahan pada kedudukan MPR. “Sebelum reformasi, MPR adalah lembaga tertinggi.”

Dalam posisi demikian, membuat MPR mempunyai kewenangan menyusun haluan negara dan memilih serta mengangkat Presiden dan Wakil Presiden.
Kewenangan demikian, setelah amandemen, tidak lagi dimiliki MPR.
Kekuasaan yang ada didistribusikan ke berbagai lembaga negara seperti DPR, DPD, MK, KY, BPK, MK, dan Presiden. “Semua setara”, paparnya. Meski demikian, fungsi MPR tetap yakni bisa mengubah konstitusi serta melantik dan bisa memberhentikan Presiden.

Pada kesempatan itu, Zulkifli mengatakan kepada Milan bahwa Indonesia adalah negara yang beragam, baik suku, bahasa, agama dan budaya. Mereka terbagi dalam 700 bahasa, 6 agama resmi yang tersebar di 17.000 pulau. “Indonesia adalah negara yang luas, penerbangan dari Aceh sampai Papua memerlukan waktu 9 jam.”

Dari keberagaman itulah dikatakan oleh mantan menteri kehutanan bahwa MPR-lah yang menjaganya. “Salah satu tugas MPR adalah menjaga keragaman yang ada agar saling menghormati, menghargai, mendukung, dan toleransi”, ucapnya. “Kami berbeda tetapi bersatu,” tambah dia.

Sebagai bangsa yang beragam, dirinya menyebut dasar negara, pandangan hidup, dan filosofi Indonesia adalah Pancasila. Seluruh warga negara dikatakan mempunyai hak yang sama. “Siapa saja berhak menjadi apa saja,” kata Zulkifli.

Milan mengucapkan terima kasih atas sambutan yang dikatakan sempurna. Pada kesempatan itu, Milan memaparkan bentuk Senat Ceko. Senat Ceko 81 orang. “Mereka berasal dari berbagai sayap dan aliran politik. Mereka lolos ke parlemen karena politisinya berpengalaman,” kata Milan.

Hubungan Indonesia-Ceko juga diakui Milan berjalan baik. “Tidak terbebani masa lampau. Ceko juga menghargai perjuangan Indonesia mendukung perdamaian dunia.”

Apa yang terjadi di Indonesia, kata Milan, juga terjadi di Ceko, yakni ada reformasi. Reformasi yang terjadi di Ceko membawa dampak perubahan ekonomi yang baik. Ekonomi di sana mampu meningkatkan derajad warga negara sehingga banyak orang Ceko bepergian ke berbagai tempat wisata di Indonesia seperti Bali.

Milan mengakui jarak Indonsia-Ceko jauh. Meski begitu, berbagai perwakilan kedua negara ada. “Saya mengharap hubungan kedua negara ditingkatkan. Banyak produk Indonesia masuk ke Ceko, baik langsung maupun lewat Uni Eropa. Dirinya mengharap agar produk Ceko juga banyak masuk Indonesia.”

Milan bangga kedua negara mampu meningkatkan kerjasama dan mengembangkan peluang yang ada. “Buktinya pejabat kedua negara saling berkunjung. Saya yakin, MPR bisa mendukung peningkatan kerjasama kedua negara,” demikian Milan Stech. (akhir)

beritalima.com
beritalima.com beritalima.com beritalima.com beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *