Peringati Hari ibu, Kodim 0825 Banyuwangi Gelar Upacara Bendera

  • Whatsapp

BANYUWANGI, beritalima.com – Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-90 tahun 2018, Kodim 0825 Banyuwangi menggelar Upacara Bendera, upacara dalam rangka memperingati Hari Ibu ke 90 Tahun 2018 tersebut dipusatkan di lapangan Makodim 0825 Banyuwangi Jalan RA. kartini No. 2 Lingkungan Ujung Kelurahan Kepatihan Banyuwangi, Sabtu, 22/12/2018

Peringatan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Ibu ke 90 Tahun 2018 yang berlangsung di Lapangan Makodim 0825 Banyuwangi tersebut langsung di pimpin oleh Kasdim 0825 Banyuwangi Mayor Inf Herawady Karnawan sebagai inspektur upacara (irup) sedangkan Komandan Upacara yaitu Danramil 0825/11 Pesanggaran Kapten Arm Sutoyo, SH dwngan peserta upacara seluruh personel TNI dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) jajaran Kodim 0825 Banyuwangi.

Kegiatan upacara dalam rangka Peringatan hari Ibu yang dilaksanakan oleh Kodim 0825 Banyuwangi tersebut ditujukan untuk mengenang para pahlawan wanita atau para Srikandi besar yang ikut berjuang dan ikut andil besar serta terlibat dalam upaya bangsa kita melepaskan diri dari para penjajah. Namun seiring dengan waktu yang terus berjalan di era zaman modern ini, seolah hari Ibu hanya melibatkan hubungan anak dan Ibunya.

Dalam kegiatan upacara tersebut juga dibacakan sejarah Hari Ibu yang dibacakan oleh Kasdim 0825 Banyuwangi Mayor Inf Herawady Karnawan mewakili Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Inf Ruli Nuryanto dalam amanatnya membacakan Sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak
Republik Indonesia pada pelaksanaan Upacara Bendera dalam rangka Memperingati Hari Ibu
Ke-90 Tahun 2018.

Assalamu’alaikum wr.wb, Selamat pagi dan salam sejahtera, Puji syukur kita panjatkan ke hadirat allah swt tuhan yang maha esa, atas rahmat dan karunia-nya, pada tahun 2018 ini kita dapat memperingati kembali hari ibu yang ke-90.

Hari ibu indonesia lahir dari pergerakan bangsa indonesia. Dalam pergerakan kebangsaan kemerdekaan, peran perempuan indonesia menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam perjuangan panjang bangsa ini untuk meraih kemerdekaannya. Keterlibatan perempuan dibuktikan melalui kongres perempuan pertama 22 desember 1928 di yogyakarta yang telah mengukuhkan semangat dan tekat bersama untuk mendorong kemerdekaan indonesia. Hakekat peringatan hari ibu (PHI) setiap tahunnya adalah mengingatkan seluruh rakyat indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna hari ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa indonesia. Untuk itu sebagai apresiasi atas gerakan yang bersejarah itu, phi ditetapkan setiap tanggal 22 desember sebagai hari besar bukan hari libur.

www.beritalima.com

PHI juga diharapkan mendorong semua pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. PHI juga diharapkan dapat membawa pengaruh positif bagi peningkatan kualitas hidup, pemenuhan hak dan kemajuan perempuan. Dilain sisi juga memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan apabila diberi peluang dan kesempatan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Saat ini bahkan terbukti perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara, mampu menjadi motor penggerak dan perubahan (agent of change).

Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang sadar dan memahami memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki. Perinsip kesetaraan yang mendasari tentang pentingnya pembagian tugas, peran dan tanggungjawab yang seimbang antara perempuan dan laki-laki mulai dari lingkup keluarga, masyarakat bahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perempuan dan laki-laki keduanya adalah ”pathnership” sekaligus sumber daya insani yang menentukan keberhasilan pembangunan nasional.

Bertepatan dengan PHI ke-90 tahun 2018 ini telah diusung tema : ”bersama meningkatkan peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan keluarga untuk kesejahteraan bangsa”.

Tema ini dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa indonesia tahun 2018 dan menyelaraskan dengan arah kebijakan pembangunan pp dan pa sebagaimana telah tercantum dalam rpjmn 2015-2019 serta mewujudkan nawacita sebagai salah satu agenda nasional. Berbagai persoalan sosial saat ini marak terjadi, dan berdampak kepada kehidupan masyarakat, khususnya perempuan dan anak, seperti terjadinya kekerasan, bentuk-bentuk perlakuan diskriminatif, dan lain-lainnya. Tentunya diperlukan berbagai cara untuk dapat mencegahnya. Peran keluarga menjadi salah satu yang diharapkan dapat menjadi bagian utama/pilar untuk mencegah terjadinya kekerasan melalui penanaman nilai-nilai, karekter, dan budi pekerti. Ketahanan keluarga sekaligus menjadi pondasi dalam menerapkan kehidupan yang harmonis, damai, dan religius. Pelibatan semua unsur masyarakat dan multi stakeholder sangat diperlukan, termasuk peran laki-laki dalam kampanye-kampanye/gerakan yang mendukung pencegahan kekerasan, dan pencapaian kesetaraan gender. He for she menjadi salah satu komitmen global yang harus digelorakan sampai akar rumput.

Untuk itu dengan terselenggaranya Peringatan Hari Ibu ke-90 tahun 2018, saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada 6 (enam) pimpinan organisasi perempuan yaitu oase, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), tp PKK pusat, Dharma Pertiwi, Dharma Wanita Persatuan Pusat, Bhayangkari dan Mitra Kerja lainnya yang selalu bersama-sama terlibat dalam penyelenggaraan Peringatan Hari Ibu. Selain itu kami juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelengaraan PHI ke-90 tahun 2018 ini, khususnya kepada Pemerintah Daerah DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, Jawa Barat, Sumatera Barat, Kota Bukit Tinggi, Kementerian, Lembaga, Provinsi, Kabupaten/Kota, Lembaga Masyarakat dan seluruh lapisan masyarakat yang sudah berpartisipasi aktif dalam berbagai rangkaian kegiatan dengan meriah dan dirasakan gaungnya oleh masyarakat luas.

Harapan saya, Peringatan Hari Ibu ke-90 tahun 2018 ini dapat mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam setiap aspek kehidupan, Terima kasih, Wassalamu’alaikum wr.wb.tuturnya.

Dengan dilaksanakannya Upacara bendera Salam rangka memperingati Hari Ibu yang berlangsung Di Lapangan Makodim 0825 Banyuwangi tersebut diharapkan anggota TNI khususnya jajaran Kodim 0825 Banyuwangi, kedepannya istrik serta keluarganya mendapatkan kesetaraan dalam segala hal, Perempuan harus bebas dari kekerasan baik dalam rumah tangga maupun di luar rumah tangga, sehingga mampu mewujudkan generasi penerus bangsa yang lebih baik sehingga dihapapkan dapat meningkatkan rasa kepedulian terhadap keluarga khususnya orang tua dan istri, karena dibalik keberhasilan seorang suami atau anak, ada doa Ibu dan Istri hebat.(Abi/Pen25)

www.beritalima.com
www.beritalima.com
www.beritalima.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *